Di Depan Negara OKI, Presiden Jokowi Kembali Tegaskan Penolakan Klaim Presiden Trump atas Yerussalem

Petrus - 16 December 2017
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki (foto : Istimewa)

SR, Turki – Presiden Joko Widodo secara tegas menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan bahwa Yerussalem adalah ibukota Israel. Ia mengungkapkan jika pengakuan tersebut tidak dapat diterima.

“Sekali lagi, pengakuan Presiden Trump tidak dapat diterima dan harus dikecam secara keras,” ujar Presiden Joko Widodo, saat berpidato dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, beberapa waktu lalu.

Ia pun kembali mengajak seluruh negara OKI untuk dapat bersatu dan mengenyampingkan segala perbedaan untuk membela Palestina.

“Isu Palestina harus merekatkan kita kembali. Kita buatkan suara dan persatuan untuk membela Palestina,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan, keputusan Trump yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel tidak saja melukai hati umat Islam, tapi juga melukai rasa keadilan umat manusia. Menurutnya, harapan akan kemerdekaan justru semakin dijauhkan oleh keputusan yang sangat tidak berkeadilan ini.

“Keputusan tersebut memutuskan harapan terwujudnya perdamaian abadi. Oleh karena itu, keputusan tersebut harus ditolak,” katanya.

Selain itu, Jokowi menilai keputusan sepihak tersebut juga melanggar berbagai Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Palestina. Ia pun kembali menegaskan agar keputusan tersebut harus ditolak.

“Masyarakat Indonesia dan saya yakin masyarakat negara OKI, mengharapkan banyak dari pertemuan KTT ini. Mereka mengharapkan agar KTT ini dapat mengeluarkan hasil yang optimal, hasil yang dapat ditindaklanjuti, hasil yang dapat dirasakan dampaknya bagi masa depan Palestina,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan enam poin penting usulan sikap negara anggota OKI. Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut.

Two-state solution adalah satu-satunya solusi dengan Yerussalem Timur sebagai ibukota Palestina,” kata Jokowi.

Kedua, mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaan mereka ke Yerussalem. Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina untuk segera melakukannya.

Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel, agar mengambil langkah-langkah diplomatik. Termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.

“Kelima, anggota OKI harus ambil langkah bersama tingkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina,” lanjut Jokowi.

Terakhir, ia berharap OKI harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina.

“Termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.