Densus 88 Anti Teror, Tangkap Terduga Teroris di Lembaga Kursus Bahasa

Petrus - 14 March 2017
Ilustrasi. Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan salah satu lembaga kursus bahasa di Pare, Kediri, yang menjadi tempat tinggal terduga teroris (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Seorang Murid lembaga kursus bahasa Arab ditangkap anggota Densus 88 Anti Teror. Senin (13/3/2017), di lingkungan kampung bahasa atau biasa dikenal dengan Kampung Inggris, di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Terduga teroris yang ditangkap berinisial MB umur 36 tahun, berasal dari Toli-toli, Sulawesi Tengah.

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono ketika dikonfimasi Super Radio, membenarkan adanya penangkapan terduga teroris oleh anggota Densus 88 Anti Teror, dan sedang dilakukan pendalaman penyelidikan.

“Ada diamankan satu orang, dan ini sudah diamankan oleh teman-teman Densus dan dilakukan penyelidikan intensif. Terkait dengan kegiatan ini kami hanya bersifat membantu, Polres, kemudian sepenuhnya langsung ditangani Mabes Polri,” ujar AKBP Sumaryono, Kapolres Kediri.

Dibantu anggota Polres Kediri, anggota Densus 88 Anti Teror menggeledah lembaga kursus yang berada di wilayah Desa Tulung Rejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Beberapa barang bukti diamankan polisi dari dalam kamar yang ditempati pelaku terduga teroris.

Kapolres Kediri mengajak seluruh warga Kediri untuk ikut peduli menjaga keamanan, di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Manakala ada orang asing atau pun orang-orang yang tidak dikenal, maka segera lapor kepada kepolisian terdekat. Kita jaga bersama keamanan negara kita ini semoga kita tetap aman dan damai,” kata Sumaryono.

Sementara itu Pimpinan Lembaga Kursus Bahasa Arab, Lutfi Hakim mengungkapkan, pelaku terduga teroris berinisial MB (36) yang ditangkap Densus 88 Anti Teror, tercatat baru satu bulan mengikuti kursus bahasa Arab, dari rencana semula kurus selama 2 bulan.

Setiap harinya MB tinggal di salah satu kamar yang ada di tempat kursus, dan mengikuti program kursus seperti peserta yang lain. Selama tinggal disitu, Lutfi melihat tidak ada perilaku yang mencurigakan dari MB, hingga akhirnya ditanggap di jalan oleh anggota Densus 88 Anti Teror.

“Setiap harinya perilaku MB masih normal, tidak mencurigakan. Dia mengaku datang dari Toli-toli Sulawesi Tengah, ke Kediri untuk belajar,” kata Lutfi Hakim.

Lutfi mengaku akan lebih berhati-hati terhadap siapa saja yang datang untuk mengikuti kursus, agar dapat diantisipasi kejadian peperti ini.

“Kedepannya kita akan lebih hati-hati lagi,” tandas Lutfi.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.