Demi Hadiri Wisuda Anak, Juni Bersepeda Cilacap-Ponorogo

Petrus - 27 July 2018

SR, Ponorogo – Usia memasuki masa senja tidak menyurutkan semangat Mohamad Juni (54 tahun) untuk mengayuh sepeda tuanya, dari rumahnya di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menuju Pondok Modern Darussalam, Gontor, di Kabupaten Ponorogo.

Juni bersepeda sejauh 450 kilometer untuk menghadiri wisuda putri bungsunya yang telah lulus menempuh pendidikan di Gontor, selama 10 tahun terakhir semenjak SMP. Juni berangkat dari Cilacap hari Senin (23/7/2018), dan sampai di Pondok Gontor pada Rabu (25/7/2018) tengah malam.

“Saya bersepeda ini sebagai rasa syukur karena masih diberi kesehatan, selain itu luapan kebahagiaan saya karena putri bungsu saya akhirnya lulus dari belajarnya di pondok,” kata Juni, Jumat (27/7/2018).

Hal yang dilakukan Juni bukan tanpa kendala, karena rencana awal dia menargetkan bersepeda dari Cilacap sampai Ponorogo selama empat hari. Juni baru bisa berangkat pada Senin, sedangkan hari Kamis putrinya sudah wisuda.

“Awalnya target saya perhari maksimal menempuh 100-an kilometer, apalagi saya juga sudah tua, ternyata berangkat saya molor karena tetangga ada hajatan, sehingga dalam waktu tiga hari saya harus sampai di Ponorogo,” jelasnya.

Di hari pertama dia berangkat sepeda sudah mengalami kendala ban bocor. Selain itu musim kemarau seperti ini angin dari timur sangatlah kencang, sehingga dia harus melawan angin. Di hari kedua dia agak terbantu karena angin tidak terlalu kencang sehingga sudah bisa sampai di Solo.

Karena aksi yang dilakukannya viral dikalangan pesepeda tua, sesampainya di Solo, Juni justru agak tertahan karena dia dijamu oleh para komunitas sepeda tua. Bapak dua anak itu bersilaturahmi dengan teman sekomunitasnya, sehingga baru sampai Ponorogo pada Rabu tengah malam.

“Karena saya tergabung dalam Kosti (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) jadinya saya selalu disambut baik di setiap kota oleh teman-teman, perjalanan jauh pun terasa dekat,” tuturnya.

Sementara itu, Nur Anisah menuturkan, bahwa apa yang dilakukan ayahnya tidak sebanding dengan yang dirinya berikan kepada orang tua. Nur Anisah merasa bangga punya orang tua seperti Juni. Anisah mengaku, sebelumnya memang sang ayah pernah berujar akan naik sepeda ketika mau menghadiri wisuda, tapi itu dikira hanya bercanda.

“Saya sempet kaget pas Bapak mau naik sepeda ke sini, saya tahunya pas gladi kotor wisuda H-3 kemarin,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.