Daftar Pemilih Tetap Surabaya Bertambah

Yovie Wicaksono - 13 November 2018
Ilustrasi

SR, Surabaya РDaftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Ke-2 Pemilihan Umum 2019 di Kota Surabaya bertambah dari 2.025.867 pemilih  menjadi 2.118.843 pemilih.

Melansir Antara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi, mengatakan bertambahnya Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Ke-2 (DPTHP-2) pada Pemilu 2019 telah diputuskan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPTHP-2 yang digelar KPU Surabaya pada Senin (12/11/2018).

“Penetapan DPTHP-2 kali ini merupakan dari data gabungan DPT dan DPTHP-1,” katanya, Selasa (13/11/2018).

Berita acara penandatanganan DPTHP-2 oleh KPU Surabaya sudah diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya dan 16 partai politik peserta Pemilu 2019.

Rincian dari DPTHP-2 sebanyak 2.118.843 pemilih itu adalah 1.035.182 untuk pemilih laki-laki dan 1.083.661 pemilih perempuan.

Menurut Nur, penetapan DPTHP-2 ini setelah KPU Surabaya membuka posko Gerakan Melindung Hak Pilih (#GMHP) selama kurang lebih satu bulan. Posko GMHP tersebut di Kebun Bibit Bratang (Dapil 1), Jl. KH Mas Mansyur (Dapil 2), Taman Kunang-Kunang (Dapil 3), Taman Bungkul (Dapil 4), dan Taman Cahaya Pakal (Dapil 5).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muhammad Kholid Asyadulloh sebelumnya mengatakan ada tiga syarat wajib bagi warga negara tercatat sebagai pemilih yaitu merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berusia 17 tahun atau lebih saat memilih, pernah atau pun sudah menikah.

Khlid mengatakan ada dua cara pengecekan yang bisa dilakukan yakni secara manual atau daring (dalam jaringan). Jika manual, penduduk bisa datang langsung ke kantor kelurahan alamat KTP untuk melihat DPT yang ditempel.

Sedangkan jika melalui daring, cukup mengandalkan ponsel dan jaringan internet tanpa harus ke kantor kelurahan yaitu mengunjungi portal https://sidalih3.kpu.go.id, atau http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id, atau mengunduh aplikasi berbasis android “KPU RI Pemilu 2019”.

“Di dua portal itu, pemilih diminta untuk memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama. Pastikan setiap angka yang dimasukkan sudah benar, begitu juga ejaan namanya. Cara mengecek serupa juga bisa dilakukan melalui aplikasi ‘KPU RI Pemilu 2019’,” katanya.

Jika belum masuk DPT tapi sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, maka cara melaporkan secara manual bisa dilakukan dengan mendatangi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan, PPK di kantor Kecamatan, atau Kantor KPU Surabaya di Jl. Adityawarman Nomor 87 Surabaya. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.