Cemari Sungai di Surabaya, Puluhan Perusahaan Ditegur Perum Jasa Tirta I

Wawan Gandakusuma - 20 December 2018
Salah sudut Kali Mas, Surabaya. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Sebanyak 30 perusahaan terdata tidak mampu mengelola limbahnya dengan baik dan telah mencemari sungai di wilayah Kota Surabaya, kata pejabat Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I. Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air II Perum Jasa Tirta I, Didik Ardianto, kepada Antara di Surabaya, Kamis (20/12/2018), memastikan 30 perusahaan tersebut saat ini menjadi pengawasan bersama instansi terkait di Pemerintah Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur.

“Kami rutin menggelar patroli sungai di wilayah Surabaya yang melibatkan petugas dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral,” katanya.

Patroli sungai di wilayah Kota Surabaya, juga melibatkan aktivis lingkungan, yang dalam sebulan bisa digelar hingga sebanyak tiga kali. Didik menjelaskan, salah satu indikasi sungai yang tercemar adalah terdapat banyak ikan yang mabuk dan sangat mungkin disebabkan oleh limbah industri, mengingat terdapat 100 lebih perusahaan yang berdiri di wilayah Kota Surabaya.

“Dari hasil patroli sungai di sepanjang tahun ini kami dapati bukti sebanyak 30 perusahaan yang telah mencemari sungai di Surabaya akibat tidak mampu mengelola limbahnya dengan baik. Nama-nama perusahaannya saya kira tidak perlu disebut karena mereka berjanji akan membenahi pengelolaan limbahnya,” ujar Didik Ardianto.

Didik memaparkan hasil dari patroli sungai terhadap 30 perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Surabaya.

“Tindak lanjutnya ada beberapa tahapan. Pertama adalah dengan memberi surat peringatan secara bertahap sampai tiga kali agar perusahaan yang bersangkutan membenahi pengelolaan limbahnya dengan baik,” ucapnya.

Didik mengungkapkan, dari 30 perusahaan tersebut, setelah diberi surat peringatan, beberapa di antaranya telah menunjukkan niatan baik untuk berubah dengan memperbaiki cara pengelolaan limbahnya, dan hingga kini masih dalam pengawasan bersama sejumlah instansi terkait.

Didik menyebut ada satu perusahaan, yaitu PT Gaweredjo, yang setelah diberi surat peringatan hingga tiga kali tetap saja membuang limbahnya ke sungai. Perusahaan pewarnaan kain yang berlokasi di kawasan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya itu, pada bulan November lalu telah diberi tindakan tegas oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Surabaya, yaitu dengan menutup usahanya.

“Perusahaan ini dapat kembali mendapatkan izin untuk membuka usahanya jika ke depan mampu menunjukkan sudah bisa mengelola limbahnya dengan baik,” pungkas Didik. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.