Candi Singosari, Tempat Abu Raja Kertanegara

Yovie Wicaksono - 15 July 2018
Candi Singosari di Kabupaten Malang. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Malang – Situs sejarah peninggalan Kerajaan Singhasari atau Singosari yang dapat dijumpai di kota Malang, salah satunya adalah Candi Singosari, di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Candi Singosari yang ditemukan pada 1268 Masehi, disebut juga Candi Menara karena menjadi  candi terbesar diantara 6 candi lainnya yang dulu berada di sekitar komplek percandian ini. Sayangnya, 6 candi lainnya sudah hancur pada saat penemuan Candi Singosari.

Dalam kitab Negarakertagama, Candi Singosari merupakan tempat “pendharmaan”  (bangunan peringatannya) raja Kertanegara yang merupakan raja terakhir Singosari. Ia meninggal tahun  1292 setelah Singosari diserang tentara Gelang-Gelang pimpinan Jayakatwang, raja kerajaan Kediri.

“Abu jenazah raja Kertanegara dahulu pernah diletakkan disini sementara, lalu selang berapa lama abu nya dilarung.  Kalaupun sekarang masih ditemukan abu, itu adalah abu dari sesembahannya” ujar Yanto, juru pelihara Candi Singosari kepada Super Radio, Minggu (15/7/2018).

Candi Singosari memiliki luas 14 meter x 14 meter dengan  ketinggian 17 meter (total keseluruhan jadi dengan atap nya). Dalam candi ini terdapat 6 relung, dimana relung utama yang sekaligus menjadi pintu utama candi menghadap ke barat dan di dalamnya terdapat arca Lingga dan Yoni (ciri dari Candi Hindu).

Di atas pintu utama candi terdapat simbol Muka Kala yang fungsi nya sebagai penangkal roh – roh jahat. Total ada 8 arca Muka Kala pada bangunan Candi Singosari.

Relung kedua dan ketiga berada di kanan dan kiri pintu utama candi, lalu direlung ke empat  menghadap ke timur terdapat arca Ganesha, relung ke lima menghadap selatan terdapat arca Resi Agastya, dan di relung ke enam yang menghadap utara terdapat arca Dewi Durga.

Di bagian taman Candi Singosari terdapat arca yang berjumlah kurang lebih empat puluh tiga buah, diantaranya Arca Siwa, Durga, dan Dewi Parwati.

Fungsi dari Candi Singosari sendiri adalah untuk upacara keagamaan umat Hindu seperti upacara Purnama di setiap malam bulan penuh (Suklapaksa), Galungan,  dan di hari perayaan agama Hindu lainnya.

Sejumlah Arca dan Peninggalan Singosari Lainnya di Kompleks Candi Singosari. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Tidak jauh dari Candi Singosari terdapat dua Arca Dwarapala yang berada di kiri dan kanan jalan utama desa Candirenggo.  Arca ini merupakan simbol penjaga pintu atau pintu gerbang menuju kerajaan Singosari.

Sekilas kedua arca tersebut terlihat mirip, namun saat diperhatikan mereka mempunyai perbedaan, dimana Arca di sebelah utara memegang gada di tangan kiri dan tangan kanannya mengacungkan kedua jari “ peace” yang menunjukkan sikap dharma yang melambangkan kemenangan.  Lalu Arca di sebelah selatan memegang gada ditangan kanannya dan tangan kirinya berada diatas lutut.

Candi Singosari buka mulai 07.30 – 16.00 WIB. Dalam sebulan, jumlah pengunjung bisa mencapai 600 an orang. Mereka ada yang hanya sekedar berwisata, melakukan ritual, dan ingin mengetahui sejarah di balik Candi Singosari ini.

Selain Candi Singosari, di Malang sendiri terdapat lima bekas peninggalan kerajaan Singosari, yaitu Candi Jago, Candi Kidal, Candi Telih, dan Petirtaan Watugede. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.