Pemkab Banyuwangi dan Para Pemuka Agama Komitmen Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Yovie Wicaksono - 14 February 2018
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sedang berbincang dengan pemuka agama se-Kabupaten Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiskus Wawan)

SR, Banyuwangi – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)Kabupaten Banyuwangi KH Muhammad Yamin, berharap umat beragama di Banyuwangi terus menjaga kerukunan dalam keberagaman.

Seruan ini terkait terjadinya aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu kerukunan umat, seperti persekusi biksu di Tangerang, kekerasan terhadap kiai di Bandung, dan penyerangan terhadap gereja di Sleman.

“Kita semua menyesalkan adanya kekerasan, untuk dan atas nama apapun. Termasuk kemarin ada penyerangan gereja, itu bukanlah perilaku yang dibenarkan ajaran agama manapun,” kata KH Yamin, yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi.

Terkait pelaku penyerangan gereja yang merupakan pemuda asal Banyuwangi, yang sedang menuntut ilmu di daerah sekitar Yogyakarta, KH Yamin meminta umat di Banyuwangi tetap tenang dan terus menjaga kerukunan.

“Kerukunan yang selama ini telah terbina dengan baik di Banyuwangi, harus terus kita tingkatkan,” imbuhnya.

Hal yang sama diutarakan Romo Yosep Utus O.Carm. Sebagai Ketua Dikenat Blambangan, lembaga kepastoran di Banyuwangi, ia meminta kerukunan yang telah terjalin sangat baik tidak tergoyahkan dengan kejadian-kejadian di luar daerah.

“Kami menyesalkan kekerasan itu. Tapi, kami yakin dengan kerukunan umat di sini, kejadian kekerasan tidak akan terjadi Banyuwangi,” ungkapnya.

Romo Fajar Tejo Sukarno menambahkan, masyarakat Banyuwangi tidak perlu terprovokasi dengan sejumlah kekerasan di luar daerah.

“Masalah besar kita kecilkan, dan masalah kecil kita hilangkan,” ujarnya.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng, yang bertetangga dekat dengan pelaku tindak kekerasan di Sleman, yakin kejadian itu tidak mengganggu harmoni antar umat beragama di daerahnya.

“Jarak rumah saya dengan rumah terduga pelaku kekerasan di Sleman itu sekitar 200 meter. Kami di Desa Kandangan hidup rukun antar umat. Tidak ada pertentangan sedikit pun. Kita berkomitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan ini,” terangnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengucapkan terima kasih atas kesigapan para pemuka agama dalam membangun keharmonisan sesama umat beragama. Semua kemajuan yang diperoleh Banyuwangi saat ini, kata Azwar Anas, tidak terlepas dari kerja para pemuka agama dalam mendoakan Banyuwangi dan terus menjaga kerukunan serta kedamaian.

Anas atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi, meminta maaf kepada semua umat Katolik atas tindakan yang dilakukan salah seorang warganya di Sleman.

“Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk senantiasa menjaga kedamaian,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, hadir pula Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Suminto, perwakilan umat Tri Dharma Indrana Tjahjana, dan sejumlah pemuka lainnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.