Taspen Tingkatkan Laba Hingga 721 Triliun

Yovie Wicaksono - 13 February 2018
Jajaran Direksi PT Taspen Menyampaikan Laporan Hasil Kinerja PT Taspen Tahun 2017 Dalam Acara Publik Ekspos di Jakarta, Senin (12/2/2018). Foto : (Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – PT Taspen (Persero) berhasil meningkatkan laba bersih pada tahun 2017 sebesar Rp 721,73 miliar. Laba ini tumbuh 192 persen dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai 105 persen.

Direktur Utama PT Taspen, Iqbal Latanro mengatakan, peningkatan laba ini berasal dari dua sumber dana PT Taspen yakni akumulasi dari pembayaran premi pensiun dan investasi yang dilakukan PT Taspen. “Kinerja tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu,” ujarnya dalam Publik Ekspose PT Taspen di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Selain itu, aset PT Taspen juga tumbuh 16 persen sebesar Rp 230,38 miliar dibanding tahun 2016. Pertumbuhan ini salah satunya karena aset investasi 25 persen yang merupakan akumulasi dari obligasi, sukuk dan KIK-EBA sebesar 19 persen.

“Deposito juga mengalami pertumbuhan sebesar 54 persen. Kemudian saham, reksadana dan lain-lain sebesar 18 persen,” kata Iqbal.

Dikatakan, pada tahun 2017, pembayaran klim mengalami peningkatan sebesar Rp 9,61 triliun atau 18 persen dari tahun lalu. Hal ini karena adanya peningkatan klim pada jaminan kecelakaan kerja sebesar 24 persen, jaminan kematian sebesar 18 persen, dan tunjangan hari tua sebesar 19 persen.

“Namun jumlah premi atau iuran yang berhasil kami himpun di tahun 2017 meningkat 4 persen dari Rp 7,47 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 7,81 triliun pada tahun 2017. Ini membuktikan bahwa kebijakan moratorium PNS tidak terlalu berpengaruh,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, meskipun total aset dan laba yang diperoleh saat ini cukup memuaskan, namun PT Taspen akan tetap terus meningkatkan layanan bagi aparatur sipil Negara. Peningkatan layanan ini akan direalisasikan melalui penyediaan hunian bagi peserta TASPEN, implementasi perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 dan kepesertaan anggota pegawai pemerintah bukan aparatur sipil Negara (P2BASN) dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, serta digitalisasi pelayanan melalui otentikasi by phone dan pengembangan smartcard yang akan diimplementasikan pada April 2018 dan integrasi sistem database dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.