Bulu Ayam Jadi Pakan Unggas

Yovie Wicaksono - 20 July 2018
Pakan Ternak dari Bulu Ayam, Karya Siswa SMAN 3 Ponorogo. Foto : (Super Radio/ Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Mahalnya harga telur ayam akibat dari semakin mahalnya harga pakan memunculkan ide dari ketiga siswa SMAN 3 Ponorogo untuk membuat pakan alternatif unggas dari limbah bulu ayam. Mereka adalah Rosida Eka Dikamurti, Francika Kirana Bella, dan Tribagus Sutikno Muksin, siswa kelas 3 IPA.

“Limbah bulu ayam yang banyak dibuang dan kurang bermanfaat membuat kami ingin memanfaatkannya, kemudian sepakat untuk membuatnya sebagai pakan ternak, karena kandungan asam amino pada bulu ayam sangat komplek,” kata ketua kelompok Rosida Eka Dikamurti, Jumat (20/7/2018).

Rosida menjelaskan langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan bulu ayam dengan cara mencucinya hingga bersih kemudian dilanjutkan proses hidrolisis dengan cara direndam dalam larutan HCL dengan konsetrasi 12%. Perendaman ini membutuhkan waktu sekitar 12 jam didalam wadah yang tertutup rapat.

Setelah melalui proses hidrolisis bulu ayam kemudian dihaluskan untuk dicampur dengan bekatul, tetes, dan tepung tapioka. Setelah semua tercampur kemudian dilakukan dengan proses pencetakan bentuk pakan yang sesuai.

“Pada proses pencetakan ini kami mengalami kesulitan karena hanya menggunakan alat manual pencetak mie, seharusnya menggunakan alat press agar teksturnya padat,” jelas dia.

Siswa SMAN 3 Ponorogo, Berhasil Ciptakan Pakan Ternak dari Bulu Ayam. Foto : (Super Radio/Gayuh Satria)

Rosida mengatakan pakan ternak buatan mereka jika dibandingkan dengan buatan pabrik masih kalah sempurna terutama dari segi tekstur, akan tetapi karena kandungan asam amino yang lebih komplek pada bulu ayam, membuat pakan unggas buatan mereka bisa dijadikan alternatif atau selingan.

“Hasil uji yang sudah kami lakukan pada ayam yang diberi pakan ini tidak kalah dengan ayam yang diberi pakan dari pabrik, sehingga ini bisa dijadikan alternatif ketika harga pakan mahal,” imbuh dia.

Sementara itu Guru Pembingbing Sri Hayati mengatakan, hasil penelitan dari murid didiknya juga sudah pernah dilombakan pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) dan mendapatkan juara pertama.

“Semua ide dari siswa sendiri, selama saya membibing mereka hampir tidak ada kesulitan yang berarti selain pada alat cetaknya, dan alhamdulillah bisa juara pertama,” pungkasnya. (gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.