Bulan Suro, Jasa Layanan Pencucian Pusaka Banyak Dicari

Yovie Wicaksono - 14 September 2018
SR, Kediri – Tidak banyak orang yang memiliki keahlian atau keterampilan untuk marangi (mencuci) pusaka. Keterampilan ini, biasanya dimiliki oleh seseorang karena mempunyai keterkaitan dengan leluhurnya pada zaman dahulu, yang sebelumnya memang memiliki keahlian di bidang itu.
Kurang lebih 10 tahun lamanya, Beny Saferi (30) warga Perumahan Puri Asri, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, membuka pelayanan jasa mencuci pusaka. Pada bulan Suro seperti sekarang ini, tentunya menjadi berkah bagi Beny Saferi karena kealihan dan keterampilan yang dimilikinya itu dibutuhkan banyak orang.
Bapak dua anak ini mengatakan, pada bulan Suro banyak orang datang ke rumahnya, untuk meminta bantuan mencucikan pusaka.
“Alhamdulilah, peningkatanya bisa 100 persen. Biasanya kalau normal, satu bulan 200 keris. Kalau sekarang 400 sampai 500 keris,” ujar Beny.
Kebanyakan pelanggan yang membutuhkan jasanya berasal dari wilayah Karesidenan Kediri, yang meliputi Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, dan sekitarnya. Pusaka yang dijamas bukan hanya keris, melainkan juga pusaka lainya seperti tombak dan senjata lainnya.
“Kalau bulan Suro ini di wilayah Karesidenan Kediri saja, biasanya kalau orang Jawa, pusakanya dicuci pada bulan Suro,” terangnya, Rabu (12/9/2018).
Tarif yang untuk mencuci satu bilah keris, dikenekan biaya Rp. 50 ribu. Dari sekian banyak keris yang pernah ia cuci, Beny pernah mencuci keris jenis Singo Barong yang harganya mencapai Rp. 250 juta. Proses pencucian kerias biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.
“Prosesnya dari kotor, dibersihkan, dicuci, diputihkan, sampai finishing dimasukan ke warangan. Dua sampai tiga hari, itu kalau normal,” kata Beny, yang berasal dari Sumenep, Madura.
Selain menerima pelayanan jasa pencucian pusaka, Beni juga melayani penjamasan pusaka. Selesai pencucian, ukiran-ukiran yang ada di dalam batang keris nampak timbul, dan memancarkan pamor atau aura yang bersinar.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.