BUJT Janjikan Diskon Tol 10 Persen pada Mudik 2018

Petrus - 21 May 2018
Gerbang tol Pasuruan, Jawa Timur, yang siap melayani pemudik pada lebaran 2018 (foto : Istimewa)

SR, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis infrastruktur jalan untuk melayani arus mudik tahun 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini karena jalan nasional yang menjadi jalur mudik kondisinya cukup baik, dengan tingkat kemantapan 90 persen.

“Pada tahun ini pemudik bisa menggunakan jalan tol dari Merak hingga Pasuruan sepanjang 995 km, meskipun dari total tersebut 237 km masih berstatus fungsional,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Senin (21/5/2018).

Selain itu, pada masa mudik Lebaran pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan memberikan diskon tol sebesar rata-rata 10 persen di seluruh ruas tol. Namun, belum diketahui kapan diskon tersebut mulai berlaku.

“Dari hasil rapat, BUJT secara sukarela (voluntary) memberikan diskon tol. Besaran setiap ruasnya berbeda dengan rata-rata 10 persen, namun kapan mulai berlakunya belum disepakati. Sebagian ingin bersamaan dengan libur Lebaran tanggal 11 Juni 2018 sampai 19 Juni 2018, namun ada yang berkeinginan diskon tol diberikan pada puncak mudik H-2 dan H+2 Lebaran,” kata Basuki.

Terkait kekhawatiran semakin macetnya jalan tol karena adanya diskon tol, ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam manajemen lalu lintasnya. Dikatakan oleh Basuki, tujuan pemberian diskon tol adalah untuk memecah puncak arus mudik, dan bentuk empati dari BUJT terhadap para pemudik dalam merayakan Lebaran.

“Dengan semakin panjangnya tol yang bisa digunakan, pemudik diminta tidak euforia melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol yang lurus,” kata Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto meminta agar para pemudik tetap berhati-hati dalam berkendara. Sebelum melakukan perjalanan, para pemudik diharapkan dapat beristirahat dengan cukup, dan memeriksa kondisi kendaraan dengan baik agar jangan sampai mogok, terutama di tol fungsional.

“Meski disiapkan mobil derek namun tentu akan menghambat kendaraan lainnya. Tol fungsional akan difungsikan satu arah dengan dua lajur,” kata Arie.

Arie mengatakan, tol yang fungsional dapat dilewati siang dan malam, namun untuk pengaturan di lapangan sepenuhnya kewenangan pihak Korlantas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, kesiapan pemerintah tahun ini didasarkan atas refleksi mudik tahun 2017. Saat ini transaksi tol sudah 100 persen non tunai, sehingga pihak BUJT akan memaksimalkan seluruh gardu transaksi dapat beroperasi untuk mengurangi antrian di gerbang tol.

Ditambah pula dengan adanya petugas dengan mesin pembaca kartu tol (mobile reader e-toll), dan menyiapkan lebih banyak fasilitas top up dan kartu baru yang tersebar di rest area dan gardu transaksi tol. Pemudik dihimbau untuk memastikan ketersediaan saldo sebelum memasuki jalan tol, guna menghindari terjadinya kemacetan di gardu transaksi.

“Sebagai contoh, tarif Jakarta-Surabaya Rp. 344.000. Pemudik dapat mengisi saldo kartu elektronik hingga maksimal Rp 2 juta. Ada sekitar 250 mobile reader yang sudah siap, dan 150 ribu kartu baru untuk mengantisipasi pemudik yang belum mempunyai kartu elekrtonik tol. Untuk rekayasa lalu lintas kami serahkan sepenuhnya kepada Kakorlantas,” ujar Herry.

Meskipun sebagian jalan tol masih fungsional, Herry mengatakan bahwa fasilitas di jalan tol telah disipakan dan dilengkapi.

“Jalur fungsional akan dilengkapi rambu, marka jalan yang dikengkapi dengan spotlight, pembatas jalan (Median Concrete Barrier), dan tempat istirahat sementara yang dilengkapi parkir, toilet dan mushola,” pungkasnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.