Budidaya Lele Menggunakan Prebiotik Lebih Hemat Pakan dan Menguntungkan

Petrus - 11 July 2018
Muhamad Komarudin saat memberi pakan lelenya (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Bisnis budidaya lele adalah usaha yang dapat menghasilkan pemasukan hingga jutaan rupiah, seperti yang dijalani oleh Muhamad Komarudin, yang tinggal di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Budidaya ikan lele pada 24 kolamnya menggunakan kolam terpal, dengan sistem semi bioflok menggunakan pakan yang telah dicampur cairan prebiotik.

“Budidaya ikan ini dengan sistem semi bioflok, ditambah dengan pembuangan kotoran dilakukan setiap hari sebelum diberi makan, melalui pipa yang berada dibawah kolam terpal,” kata Muhamad Komarudin, Rabu (11/7/2018).

Pria yang akrab disapa Udin ini menjelaskan, jika sistem budidaya lele miliknya ini dikatakan semi bioflok, karena pakan utama tetap menggunakan pelet yang dijual di pasaran. Namun, ada penambahan prebiotik yang sudah dicampur dengan pelet sebelum ditaburkan ke kolam lele.

Cairan prebiotik ini dibuat sendiri oleh Udin dari berbagai macam rempah-rempah, seperti kunir, kencur, jahe, temulawak, yang telah diramu dan kemudian diambil sarinya. Sari atau air inilah yang digunakan untuk merendam pelet dan diaduk hingga peletnya mengembang.

“Cairan prebiotik ini untuk mengurangi jumlah pakan, karena dengan direndam maka pelet akan mengembang sebelum diberikan ke lele, sehingga pelet tidak mengembang didalam perut lele,” jelasnya.

Udin menuturkan, dengan menggunakan prebiotik, penggunaan pakan mulai dari menebar benih sampai dengan lele siap dipanen, dapat menghemat sekitar 20 persen pakan. Selain lebih hemat pakan, air kolam menjadi lebih sehat untuk lele dan tidak berbau amis.

“Lelenya juga tidak amis dan akan lebih sehat untuk dikonsumsi, biasanya orang enggan makan lele karena kolamnya jorok dan baunya amis, kalau kolam saya ini tidak berbau sama sekali,” tuturnya.

Jenis lele yang ada di kolam Udin adalah lele sangkuriang, yang langsung didatangkan dari Kediri. Jenis sangkuriang diklaimnya lebih tahan penyakit, dan lelenya bisa lebih cepat dipanen. Meskipun demikian, masih ada beberapa kendala yang harus dihadapinya di musim pancaroba.

“Kesulitan dalam berternak lele ini ketika menghadapi musim pancaroba, kondisi airnya bisa terlalu dingin, harus diganti airnya atau ditambah airnya, lele bisa kena jamur dan mati,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.