BSN Tekankan Pentingnya Pendidikan Standarisasi di Perguruan Tinggi

Petrus - 5 July 2018
Peserta workshop pengembangan pendidikan standarisasi di Yogyakarta (foto : Istimewa)
SR, Yogyakarta – Pendidikan standarisasi dinilai sangat diperlukan bagi perguruan tinggi negeri dan swasta. Saat ini, baru 19 perguruan tinggi yang telah menerapkan pendidikan standarisasi.
Demikian pernyataan Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standarisasi, Nasrudin Irawan, dalam kegiatan workshop pengembangan pendidikan standarisasi di Yogyakarta, Rabu (4/7/2018).
“Dalam catata BSN, ada 51 perguruan tinggi yang telah menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pendidikan standarisasi ini dan 19 diantaranya sudah menerapkannya,” katanya.
Dalam mengembangakan pendidikan standardisasi, kata Nasrudin, BSN tidak bekerja secara sendiri tetapi bekerja sama dengan semua pihak. Pegiat pendidikan dan dosen dapat bergabung dengan Forum Standardisasi (FORSTAN) yang menjadi mitra strategis BSN dalam mengembangkan pendidikan standardisasi dan memiliki peran penting agar jejaring pendidikan standardisasi semakin meluas.
“Dengan berdirinya forum ini, kedepannya akan semakin baik” ujar Nasrudin.
Bambang Supriyadi, Koordinator Kopertis wilayah V berharap agar acara ini dapat segera diimplementasikan di perguruan tinggi masing-masing. Penerapan pendidikan standardisasi dalam bentuk Training of Trainers (TOT) ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan jejaring BSN di Kopertis wilayah V.
“Pendidikan tentang standardisasi sangat penting di perguruan tinggi karena akan menghasilkan lulusan SDM unggul dan menjadi kekuatan baru Indonesia dalam persaingan global,” katanya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.