BPBD Provinsi Jawa Timur Identifikasi 29 Wilayah Berpotensi Tinggi Terjadi Bencana

Petrus - 7 August 2018
Kasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Misdarno memberi paparan terkait potensi dan kerawanan bencana di Jawa Timur (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, mencatat terdapat 29 daerah baik kota maupun kabupaten yang berpotensi rawan terjadi bencana. Dari 29 daerah yang berpotensi tinggi terjadi bencana, Kabupaten Kediri termasuk daerah yang rawan bencana.

Menurut Kasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Misdarno, ada beberapa daerah lain yang juga rentan terjadi bencana, seperti di wilayah timur Lumajang, Kabupaten Malang, Jember, Banyuwangi dan Pacitan, yang diidentifikasi potensial terjadi longsor dan banjir bandang.

Sementara daerah lainnya seperti Sumenep, Tulunganggung, Trenggelak, Probolingo, Tuban, Gresik, Situbondo dan Surabaya, berpotensi terjadi banjir, gempa bumi, tsunasmi, dan tanah longsor.

“Selain gempa, pada saat musim kemarau seperti sekarang, bencana kekeringan juga patut menjadi perhatian,” kata Misdarno.

Misdarno mengaku, BPBD Provinsi Jawa Timur memiliki cara untuk menangani bencana kekeringan, salah satunya dengan melakukan dropping atau pengiriman bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang daerah terdampak kekeringan.

Cara lain yang dinilai efektif yakni melakukan pembuatan embung dan bio membran. Namun, Misdarno mengakui bila sampai saat ini masih ada kendala pendistribusian bantuan air bersih karena keterbatasan armada yang dimiliki.

“Cuaca yang panas kering, tetapi kekeringan ini bisa kita antisipasi, kita bisa mendropping air minum, juga terkait pendistribusian air menggunakan jirigen khususnya di wilayah utara sudah membuat embung dan bio membran,” tutur Misdaro, Senin (6/8/2018).

Ia menjelaskan, suatu daerah bisa dikatakan mengalami kering kritis, apabila jarak sumber mata air sangat jauh dari pemukiman warga.

“Itu kalau termasuk kering keritis, jaraknya 3 kilo dari mata sumber air. Ada yang sampai 6 kilo. Ya itu daerah perbukitan. Kalau di dataran rendah mungkin bisa membuat sumur,” tandasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.