BPBD Kota Kediri Latih Karang Taruna Hadapi Bencana

Yovie Wicaksono - 11 February 2018
Karang taruna mengikuti pelatihan dan pembekalan dari BPBD Kota Kediri mengenai cara memberi pertolongan pertama saat terjadi bencana (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Memasuki musim pnghujan, wilayah di Kota Kediri beberapa kali dilanda banjir, angin puting beliung, dan kebakaran. Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri meningkatkan kewaspadaan.

Salah satu bentuk kewaspadaan itu diaplikasikan BPBD Kota Kediri melalui gelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana.

“Kita kumpulkan Karang Taruna se-Kota Kediri, para pemuda di kelurahan dan tokoh pemuda. Kita berikan materi pembekalan dasar pertolongan dan keselamatan dalam penanggulangan bencana,” kata Samsul Bahri, Kepala BPBD Kota Kediri, Mingggu (11/2/2018).

Penanggulangan bencana ini kata Samsul, merupakan tanggungjawab bersama masyarakat maupun pemerintah daerah. Dalam pembekalan materi penanggulangan bencana, BPBD menggandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada ratusan anggota Karang Taruna, mengenai cara memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mengalami serangan jantung, pingsan maupun kecelakaan.

“Minimal kalau ada kejadian di lingkungan terdekat, mereka bisa membantu memberikan pertolongan pertama,” ujarnya.

Secara demografis, wilayah Kota Kediri berada ditengah dan diapit dua gunung, yaitu Gunung Kelud dan Gunung Wilis. Kondisi seperti ini sangat berpotensi terjadinya bencana banjir.

“Di kota, terutama yang dilewati sungai dataran rendah, saluran airnya sering terganggu, terutama di Kelurahan Dandangan, Ngadirejo, Balowerti dan Manis Renggo, yang sering terjadi banjir. Tapi alhamdulillah, kejadian kemarin tidak terlalu Parah. Memang di Kelurahan Manis Renggo sampai dua hari kita melakukan evakuasi warga dengan menurunkan perahu untuk membantu menyebarangkan warga ke sekolah mau pun ke tempat kerja,” imbuhnya.

Bencana banjir yang terjadi di Kelurahan Manis Renggo dapat ditanggulangi melalui pengerukan saluran dan sungai oleh Pemkot Kediri. Dalam Sosialiasai Pemberdayaan Masyarakat mengenai tata cara penanggulangan bencana yang diselenggarakan di Posko 2 Dermaga BPBD tersebut, dihadairi oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

“Masyarakat sangat memerlukan pelatihan dan pemahaman mengenai penanggulangan benacana,” kata Abu Bakar.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.