BPBD Jawa Timur Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Petrus - 1 February 2017
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf didampingi Kepala BPBD Jawa Timur Sudarmawan saat meninjau banjir di Beji Pasuruan (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Masyarakat Jawa Timur diminta mewaspadi cuaca ekstem yang terjadi akhir-akhir ini, yang ditandai dengan curah hujan tinggi serta pasang air laut. Selain itu dampak akibat cuaca buruk ini, masyarakat diminta mengantisipasi adanya pohon tumbang serta tanah longsor di beberapa titik rawan.

“Sampai dengan Maret nanti masyarakat diminta mewaspadai dampak terjadinya cuaca ekstrem,” kata Benny Sampirwanto, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (31/1/2017) malam.

Beberapa hari terakhir wilayah Jawa Timur dilanda hujan debit air yang tinggi, seperti di Pasuruan bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Kraton, Purwosari dan Puspo. Tidak hanya hujan dengan curah yang tinggi, air laut yang pasang mengakibatkan beberapa wilayah menjadi tergenang air.

“Genangan air setinggi hingga 70 cm terjadi di Kecamatan Kraton, di poros pantura Surabaya-Pasuruan,” imbuh Benny.

Genangan air akibat curah hujan tinggi di Kraton mengakibatkan terendamnya rumah, sekitar 900 keluarga di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton.

“Ketinggian air antara 30-100 cm. Juga di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek ketinggian air antara 30-50 cm,” terang Sudarmawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

BPBD Jawa Timur akan mengusulkan perbaikan dna normalisasi Kali Welang, Rejoso, dan petung, untuk mengurangi dampak banjir akibat curah hujan tinggi.

“Kami telah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan, kami akan melakukan perbaikan regular, mana yang darurat akan diputuskan oleh tim,” tandas Sudarmawan.

Selain Pasuruan, sebelumnya di tiga Kecamatan di Jombang, yaitu Mojowarno, Mojoagung, dan Sumobito, juga tergenang banjir antara 50-15 cm. Sekitar 750 warga terendam banjir akibar luapan huli Sungai Gunting, dan 44 keluarga harus mengungsi.

Banjir tidak hanya merendam rumah, tapi juga sawah dan ladang milik warga yang diprediksi menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Penanganan banjir secara cepat sangat diperlukan, termasuk pemenuhan kebutuhan warga yang terpaksa mengungsi.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.