BMKG Banyuwangi Himbau Masyarakat Waspadai MJO

Petrus - 13 July 2017
Prakirawan BMKG pada Stasiun Meteorologi kelas 3 Banyuwangi, Dita Purnamasari menjelaskan adanya fenomena alam MJO yang mengakibatkan hujan terus menerus dan disertai dengan angin kencang serta petir (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Stasiun Meteorologi kelas 3 Banyuwangi, menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang hidup di pesisir selatan pulau Jawa, untuk mewaspadai terhadap munculnya fenomena MJO atau Madden Julian Oszilation.

Menurut prakirawan BMKG pada Stasiun Meteoroli kelas 3 Banyuwangi, Dita Purnamasari, fenomena alam ini mengakibatkan curah hujan yang tinggi dan terus menerus, dan berpotensi juga dengan munculnya angin kencang yang disertai petir.

Menurutnya, dua hingga tiga hari ke depan diperkirakan curah hujan akan turun cukup tinggi, pada wilayah Banyuwangi bagian selatan atau di perairan Selatan Pulau Jawa.

“Curah hujan yang turun cukup tinggi ini disebabkan karena pergerakan gelombang armosfer sepanjang katulistiwa, yang di kenal dengan MJO atau Madden Julian Oszilation,” ungkapnya.

Dikatakan oleh Dita, fenomena MJO ini terjadi pada iklim tropis yang berakibat pada tingginya intensitas hujan dan suhu permukaan air laut. Fenomena alam jenis ini akan berakibat pada curah hujan yang cukup tinggi dan disertai angin kencang. MJO diperkirakan akan berlangsung di wilayah Banyuwangi Selatan antara 2 hingga 3 hari kedepan.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di daerah pesisir Selatan Pulau Jawa atau di Banyuwangi wilayah Selatan, karena intensitas hujan yang disertai angin kencang ini, bisa mengakibatkan tingginya gelombang laut,” katanya.

Dijelaskan juga oleh Dita, dampak dari fenomena alam MJO ini bukan hanya terjadi di Banyuwangi saja, tapi juga terjadi di kabupaten sekitar Banyuwangi, yakni Jember, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.