BI Jember Sinergikan Program Smart Kampung dengan Pengembangan UMKM

Petrus - 3 October 2017
Deputi Kepala perwakilan BI Jawa Timur, Herawanto (batik warna biru) meresmikan serangkaian acara dan pameran UMKM yang bertajuk “Smart Banyuwangi 2017” di Gesibu Blambangan Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Bank Indonesia Divisi Jember mensinergikan program Pemkab Banyuwangi yakni Smart Kampung dalam rangka pengembangan UMKM. Sinergitas program tersebut diwujudkan dalam pameran dan serangkaian acara yang bertajuk “Smart Banyuwangi 2017” di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, mulai Jumat (29/9) hingga Minggu (1/10).

“Smart Banyuwangi” adalah ajang terpadu berisi workshop, kompetisi, dan pameran untuk mendorong penggunaan teknologi informasi dalam berbagai kegiatan di masyarakat, mulai dari pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, hingga manajemen bisnis UMKM.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Herawanto mengatakan, ajang ini merupakan upaya BI mendorong ekonomi daerah.

“Kami sengaja mendorong penggunaan teknologi informasi untuk mempercepat pengembangan ekonomi daerah. Ini selaras dengan semangat Pemkab Banyuwangi yang menggalakkan program Smart Kampung di mana TI didorong masuk ke desa-desa,” ujar Herawanto.

Herawanto menilai, penggunaan TI di Banyuwangi sudah relatif baik dibanding kabupaten dengan skala yang sama. Sebagian desa di Banyuwangi juga telah teraliri internet dengan fiber optic untuk menunjang pelayanan publik.

“Di sini kami hadir untuk memperkaya pemanfaataan TI tersebut. Kami dorong bagaimana TI dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, terutama bagi UMKM,” kata Herawanto.

Ajang “Smart Banyuwangi” menghadirkan sejumlah pelaku bisnis digital. Di antaranya pelaku usaha jasa transportasi online dan toko online. Mereka berbagi pengalaman dan ilmu kepada para pengunjung dan UMKM Banyuwangi.

“Di era saat ini, untuk menguatkan UMKM, harus menggunakan TI. Tujuannya agar daya saing UMKM meningkat, pangsa pasarnya juga meluas serta lebih menguntungkan.  Dengan TI, pedagang dan pembeli bisa bertransaksi langsung tanpa harus melalui tengkulak, pengepul dan sebagainya,  sehingga keuntungan yang di dapat bisa  lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk memperkaya kompetensi UMKM, selama ajang digelar beragam workshop di antaranya tentang, pemberdayaan ekonomi berbasis desa, akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui digital, perluasan pasar melalui e-commerce, dan pengembangan pariwisata berbasis Web.

Sementara itu, secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas perhatian BI terhadap perkembangan UMKM Banyuwangi. Dia berharap ajang ini dapat menambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan TI untuk mendorong bisnis UMKM.

“Pemanfaatan TI adalah keniscayaan. Kita tidak bisa melawannya. Kalau mau berkembang cepat ya harus pakai TI. Kita sudah melihat hasilnya sendiri bagaimana pariwisata berkembang karena ditunjang TI, mulai pesan tiket, hotel, transportasi lokal, sampai kuliner cukup klik di smartphone. Orang-orang yang punya kamar kosong di rumahnya sudah bisa bisnis sewa kamar lewat berbagai aplikasi terkenal di dunia seperti AirBnB. Jadi mari manfaatkan TI untuk kemajuan ekonomi,” ujarnya.

Di Banyuwangi, berbagai upaya penggunaan TI bagi UMKM terus dilakukan. Di antaranya ada pelatihan internet marketing bagi ribuan anak muda setiap tahunnya yang diiringi dengan beragam pelatihan teknis untuk mencetak wirausahawan muda baru, seperti pelatihan agribisnis, perbengkelan, batik, kursus bahasa asing, bordir dan masih banyak lainnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.