Bertemu Petani Lampung, Presiden Jokowi Sampaikan Pentingnya Fungsi Bendungan

Yovie Wicaksono - 25 November 2018

SR, Lampung – Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam bidang pertanian, terutama untuk meningkatkan kapasitas produksi. Meski Indonesia memiliki curah hujan cukup tinggi terutama saat musim hujan, namun hal itu tidak menjamin ketersediaan air untuk irigasi pasti terpenuhi.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo, ketika bertemu para petani Lampung, di Lapangan Dusun Pelayangan, Desa Pujodadi, Kecamatan Pardasuk, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Sabtu (24/11/2018).

“Masalah di pertanian kita ini apa sih? Yang paling utama adalah air. Bukan hanya di Lampung saja, juga di NTB, NTT, dan provinsi yang lain. Kenapa air? Padahal kita musim hujan sering sekali hujan banyak, tapi waduk kita ini kurang,” ujar Presiden.

Presiden menuturkan, bendungan di Indonesia saat ini masih kurang sekali. Sampai tahun 2014 waduk dan bendungan yang dimiliki baru 231 di seluruh Indonesia. Sebagai perbandingan, Presiden menyebutkan di Tiongkok terdapat 11.000 waduk dan bendungan. India memiliki 1.500 waduk, Amerika Serikat memiliki 6.100 waduk, dan Jepang memiliki kurang lebih 3.000 waduk dan bendungan.

“Oleh sebab itu inilah pekerjaan besar kita bagaimana menyediakan air untuk para petani, menyediakan irigasi ke sawah-sawah kita. Tanpa itu lupakan yang namanya ketahanan pangan. Kita harus sadar itu waduk kita kurang, bendungan kita kurang,” tuturnya.

Di Provinsi Lampung sendiri, Presiden menyebutkan baru proses pembangunan 2 waduk. Ia mengakui, banyak daerah juga meminta dibuatkan waduk karena infrastruktur untuk tampungan air ini masih kurang. Jika waduk sudah cukup, hal berikutnya yang harus dipikirkan adalah irigasinya, apakah itu irigasi primer, sekunder, atau tersier.

“Semuanya harus disiapkan. Ini pekerjaan besar kita, sehingga yang biasanya setahun menanam padi hanya panen sekali bisa panen dua kali. Yang biasanya bisa panen dua kali, bisa panen tiga kali,” ungkapnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.