Bersih Sampah di Pantai Sekitar Suramadu, Risma Ajak Warga Surabaya Peduli Lingkungan

Petrus - 26 February 2018
Para pelajar mengikuti bersih pantai pada Hari Peduli Sampah Nasional di Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menggelar aksi bersih-bersih pantai di kaki Jembatan Suramadu, Sabtu (24/1/2018), sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap 21 Februari. Pada aksi tersebut, Pemkot Surabaya mencanangkan program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dengan tema: “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!”.

Aksi bersih-bersih pantai melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti pelajar, komunitas, dan juga instansi pemerintahan dan swasta, dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Total jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 12.430 orang.

Bersama para pelajar dan peserta aksi bersih pantai, Risma memunguti sampah yang terselip di sela-sela batu, dan disekitar pantai di dekat kaki Jembatan Suramadu. Menurut Risma, aksi bersih-bersih ini merupakan wujud pengurangan sampah.

Kegiatan bersih lingkungan juga telah dijalankan di berbagai kalangan, seperti Green and Clean, Merdeka dari Sampah, Bersih Bantaran Sungai, Eco School, Adiwiyata, Eco Campus, Eco Pesantren, yang melibatkan warga, dunia pendidikan, serta pemberdayaan kader lingkungan dan fasilitator lingkungan.

“Saat ini jumlah Kader Lingkungan telah mencapai 29.700 orang dan 540 orang fasilitator lingkungan, yang berpartisipasi mendorong serta memotivasi warga dalam menata kampungnya agar tetap bersih dan sehat,” kata Risma.

Cara efektif mengurangi sampah juga dapat dilakukan melalui bank sampah, yang diangkut ke TPA setelah dilakukan pemilahan melalui bank sampah dan rumah kompos. Surabaya saat ini telah memiliki  371 bank sampah yang tersebar di perkampungan yang dikelola oleh warga, serta 26 rumah kompos di hampir seluruh kecamatan,

“Sehingga sampah tidak lagi menjadi barang yang tidak berguna, melainkan justru bernilai ekonomis,” ujarnya.

Pemkot Surabaya telah melakukan pengurangan sampah dengan menerapkan teknologi pengolahan sampah, baik skala kecil sampai skala kota, seperti pembangunan TPS 3R/Superdepo Sutorejo kapasitas 20 ton per hari, Compost Center Wonorejo kapasitas 20 ton per hari serta Pusat Daur Ulang Jambangan kapasitas 20 ton per hari.

Peringatan HPSN ini kata Risma, diharapkan dapat menjadi tonggak perubahan demi mewujudkan Indonesia bersih dari sampah.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.