Berlatih Musik Gratis Bersama POSS Ensemble

Yovie Wicaksono - 10 March 2019
Salah Satu Guru POSS Ensemble Melatih Biola di Kelas Pemula. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Puluhan orang dengan beragam usia yang tergabung dalam kelas musik Pusat Olah Seni Surabaya (POSS) Ensemble, berlatih memainkan alat musik bersama di Galeri Dewan Kesenian Kota Surabaya (DKS) yang berada di Kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, pada Minggu (10/3/2019).

Ketua Pusat Olah Seni Surabaya (POSS) Ensemble Heru Prasetyo mengatakan, kelas musik ini berawal dari mantan guru musik yang tergabung dalam Pop Orkestra Surabaya (POS) membuat kelas gitar dan biola gratis untuk anak yang tidak mampu pada 2013 yang dinamai Pusat Olah Seni Surabaya (POSS) dengan metode Ensemble.

“Awalnya dari mantan guru musik yang tergabung dalam Pop Orkestra Surabaya (POS) membuat kelas gitar dan biola gratis untuk anak yang tidak mampu, kita ajari, kita pinjami alat kalau belum punya, sampai sekarang yang ikut ada sekitar 200an orang bukan hanya dari Surabaya, tapi juga dari Tuban, Gresik, Pasuruan, Lamongan, Jombang, Mojokerto ada,” ujar Heru.

Seiring berjalannya waktu, kini tidak hanya kelas biola dan gitar saja, melainkan ada kelas tiup seperti flute, dengan 7 guru pengajar.

Kelas ini terbagi dalam beberapa grup berdasarkan jenis alat musik, dan tingkat kemampuan yang dibagi mulai dari pemula, menengah, hingga pro.

Kelas musik dari POSS Ensembel yang dibuka tiap hari Minggu mulai 15.00-17.00 WIB ini telah mengikuti beberapa konser dan festival, salah satunya adalah konser bersama Worldship Orchestra Japan, dan Tumapel Youth Orchestra Malang pada 2017.

Jawa Nur Alam, salah satu peserta yang sudah mengikuti latihan biola di POSS sejak kelas 1 SD, mengaku karena ketertarikannya dengan musik, membuat dirinya ingin mengikuti kelas POSS Ensemble agar dapat memainkan biola.

“Soalnya suka musik, dan ingin bisa main biola, akhirnya ikut latihan disini,” ujar Jawa yang menjadi peserta termuda dalam grup biola yang sudah pro.

Orang tua dari Jawa, Sugeng Gondrong turut senang melihat peningkatan anaknya dalam bermain biola selama 4 tahun ini, mulai dari yang tidak bisa bermain biola sama sekali kini sudah lihai dalam bermain biola.

“Saya sangat bangga dan terus saya motivasi, karena dikeluarga saya tidak ada yang main musik, jadi kalau anak saya bisa main alat musik dengan benar ini bisa merubah keluarga saya. Dulu awalnya waktu kelas 1 SD saya ajak main ke sini, lalu ada yang main musik dan dia tertarik minta diikutkan latihan disini. Minggu pertama belum punya biola, minggu kedua dipinjami sama gurunya sampai 6 bulan, dan Alhamdulillah sekarang sudah lihai,” ujar Sugeng. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.