Berkunjung ke Museum WR Soepratman

Yovie Wicaksono - 13 April 2018

SR, Surabaya – Tidak salah Surabaya mendapat julukan sebagai kota Pahlawan, pasalnya beberapa peninggalan sejarah perjalanan bangsa Indonesia terdapat di kota ini. Salah satunya adalah museum WR Soepratman di jalan Mangga No 21, Surabaya.

Museum  yang diresmikan Wali Kota Tri Rismaharini pada 12 Mei 2014, dulunya adalah tempat tinggal terakhir WR Soepratman sebelum meninggal dunia pada 17 Agustus 1938. Saat ini museum ini dikelola oleh Dinas Pariwisata kota Surabaya.

Penjaga museum WR Soepratman, M. Arifin mengatakan, rumah ini adalah rumah kakak tertua WR Soepratman. Setelah pindah dari Makasar, WR Supratman tinggal di Surabaya selama 1 tahun terakhir sebelum meninggal dunia.

“Museum ini sempat dikediami WR Soepratman selama 1 tahun, sebelum meninggal dunia pada 17 Agustus 1938,” ujarnya kepada Super Radio.

Di museum ini terdapat koleksi peninggalan WR Soepratman, mulai dari dipan dan bangku yang diambil dari Purworejo, tempat kelahirannya. Ada juga replika biola yang digunakan WR Soepratman dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya pertama kalinya di Kongres Pemuda II di tahun 1928. Selain itu, di beberapa sudut ruangan juga terdapat tulisan WR Supratman yang terpajang di dinding museum.

Salah satu bunyi tulisan yang terpajang di dinding museum adalah “Nasibkoe soedah begini, Inilah jang disoekai Pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal, saja ichlas. Saja toch soedah beramal, Berdjoeang dengan tjarakoe, dengan biolakoe. Saja jakin, Indonesia pasti merdeka”

Setiap harinya, museum ini dikunjungi 10 hingga 15 pengunjung. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu, bisa mencapai 30 pengunjung. Untuk jam buka, mulai dari 08.00 – 17.00 WIB. Khusus hari Senin, museum ini ditutup untuk kunjungan. (mr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.