Berkunjung ke Kampung Topeng Polowijen

Yovie Wicaksono - 2 December 2018
Topeng Polowijen di Kampung Budaya Polowijen, Blimbing, Kota Malang. Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Malang – Kota Malang merupakan daerah yang dikenal dengan berbagai macam kesenian khasnya. Salah satunya adalah kesenian topeng yang ada di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing. Di kampung budaya ini, terdapat empat pemahat topeng.

Yuli (36), salah satu pemahat topeng yang berhasil ditemui Super Radio mengatakan, proses pembuatan topeng tergantung pada bahan yang digunakan. Jika menggunakan kayu yang tergolong ringan dan mudah dipahat, bisa selesai satu hari. Sedangkan untuk kayu yang tergolong berat, akan selesai 2 hingga 3 hari.

Besar kecil topeng juga membedakan waktu pembuatan. “Dalam satu hari bisa selesai satu topeng, karena memang saya kerja tidak melulu di topeng. Malam hari, sambil ngopi biasanya saya baru buat topeng,” ujarnya, Minggu (2/12/2018).

Yuli, Pemahat Topeng di Kampung Budaya Polowijen, Blimbing, Kota Malang. Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

 

Yuli yang belajar 1,5 tahun untuk mahir membuat topeng ini, sering mendapat pesanan topeng Malangan maupun topeng Polowijen. Kedua jenis topeng secara ini tidak ada perbedaan, karena sama-sama memiliki 70 tokoh. Yang membedakan hanya pada ukiran lubang diatas topeng Polowijen.

“Dalam sebulan kadang bisa membuat 30 – 40 topeng, tapi bisa jadi hanya 5 topeng saja.  Pemesan ada yang dari Malang dan luar kota, termasuk Papua dan Kalimantan,” katanya.

Menurut Yuli, tokoh topeng yang paling diminati adalah Panji Asmorobangun serta topeng yang biasa digunakan untuk tarian, seperti topeng Dewi Ragil Kuning dan Raden Gunungsari.

Soal harga, kata Yuli, tergantung pada besar kecilnya topeng. Untuk topeng yang digunakan sebagai gantungan kunci dijual seharga Rp. 15 Ribu hingga Rp. 50 Ribu. Topeng dengan ukuran tanggung Rp. 70 Ribu – 90 Ribu dan ukuran besar bisa mencapai Rp. 200 Ribu. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.