Berjuang Melahirkan di Posko Gempa Lombok

Yovie Wicaksono - 31 July 2018
Suasana di Posko Bencana Gempa Bumi Lombok, Foto : (Antara)

SR, Lombok Timur– Sedikitnya lima orang perempuan terdampak gempa Bumi sudah dan tengah berjuang melahirkan di tenda Posko Bencana Gempa, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/7/2018).

“Dari lima orang itu, satu orang sudah melahirkan bayinya dalam keadaan sehat. Empat ibu lainnya masih ada yang bukaan satu, bukaan dua, bukaan tiga, dan bukaan tujuh. Kondisi yang bukaan dua dan tiga sudah keluar air banyak,” kata Dwi Maida Suparina, salah seorang bidan yang ditemui Antara di Posko Bencana Gempa Kecamatan Sembalun.

Ia mengatakan, lima orang perempuan dengan usia kehamilan sembilan bulan itu dibawa ke Posko Bencana Gempa karena ruang Unit Gawat Darurat Puskesmas Sembalun hancur akibat gempa Bumi tempo hari.

Masih sering terjadinya gempa susulan juga menjadi pertimbangan untuk sementara puskesmas tidak digunakan merawat warga. Temboknya dikhawatirkan roboh.

Dwi menambahkan ibu-ibu yang sedang berjuang melahirkan bayinya tersebut dibawa ke posko secara bertahap oleh petugas medis.

“Ada yang dibawa kemarin (Senin, 30/7/2018), dan ada yang dibawa dini hari tadi,” ujar bidan kelompok kerja yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Sembalun ini.

Dr Anita Rahman yang bertugas di tenda posko bencana gempa Lombok, mengatakan, terus melakukan observasi terhadap kondisi empat orang ibu yang segera melahirkan. Pasalnya, ada beberapa yang sudah keluar air banyak sehingga dipertimbangkan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Kami tidak berani mengambil tindakan memberi perangsang karena itu harus dilakukan minimal di puskesmas dengan peralatan memadai. Jadi kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 pada skala Richter  mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, Minggu (29/7/2018), 06.47 WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat menerima laporan sementara sebanyak 16 orang meninggal dunia, termasuk di antaranya satu warga Malaysia, dan satu warga Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain korban meninggal dunia, gempa bumi itu juga menyebabkan ratusan orang luka berat dan ringan. Seluruhnya tersebar di Kecamatan Sambelia, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta di Kabupaten Lombok Utara. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.