Berebut Uang Koin di Masjid Jamsaren

Yovie Wicaksono - 20 November 2018
Tradisi Berebut Uang Koin di Masjid Jamsaren Kota Kediri, Senin (19/11/2018) Malam. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Masyarakat lingkungan Kelurahan Jamsaren Kota Kediri Jawa Timur memiliki tradisi yang cukup unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W, yakni berebut uang koin. TradisiĀ  ini dilaksanakan di dalam Masjid Jamsaren Kota Kediri.

Dalam melaksanakan tradisi yang sudah ada sejak tahun 1908 ini, masyarakat yang berebut uang koin dibagi dalam dua kelompok. Kelompok remaja dan anak anak ditempatkan, secara terpisah.

Kegiatan dimulai setelah jamaah menggelar ibadah Sholat Isya. Para jamaah kemudian membentuk sebuah lingkaran sambil membaca sholawat nabi secara serentak. Disela-sela pembacaan sholawat nabi, para jamaah spontan melemparkan pecahan uang koin dari atas.

Tanpa menunggu aba aba, ratusan remaja dan anak kecil ini kemudian saling berebut mendapatkan pecahan uang koin. Saling senggol pun terjadi, tidak sedikit mereka yang terjatuh karena didorong oleh temannya yang lain.” Itulah yang menjadikan saya heran setiap tahunnya, tidak ada satu pun dari mereka yang terluka saat berebut uang koin, ” ujar MZ Ansori anggota Pengurus Takmir Masjid Jamsaren, Senin (19/11/2018) malam.

Ansori mengatakan, tradisi berebut uang koin ini sudah ada semenjak dirinya masih kecil. Menurutnya, ini merupakan tradisi turun temurun masyarakat yang tinggal di lingkungan Kelurahan Jamsaren. “Sejak saya kecil, lahir tahun 1965 sudah ada. Dimulainya kapan, saya tidak tau. Tapi tidak seramai sekarang ini,” ujarnya.

Pecahan uang koin yang diperebutkan ini berasal dari uang pribadi para jamaah yang sengaja dikumpulkan, jauh hari sebelumnya. Total secara keseluruhan yang terkumpul tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya yakni mencapai kisaran 5 juta. ” Tidak jauh dari tahun kemarin, Insya Allah hampir 5 juta. Saya sendiri mengumpulkan, tidak langsung. Yang penting niatnya, uri uri budaya,” tuturnya.

Tujuan diadakannya ritual berebut uang koin adalah untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad S.A.W. Selain itu, dimaksudkan agar anak-anak dan para remaja suka membaca shalawat dan sering beribadah di Masjid. ” Biar anak anak senang beribadah ke masjid dan suka membaca shalawat,” katanya.

Sementara itu, Fassa (12) pelajar kelas 6 SD asal Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri mengatakan, tiap tahun ia bersama kakaknya selalu ikut tradisi berebut uang koin. Jika dibandingkan tahun kemarin, perolehan uang koin tahun ini lebih menjanjikan.

“Tahun kemarin saya cuma dapat 36 ribu. Kalau sekarang hampir tembus 60 ribu,” terangnya.

Fassa mempunyai keinginan, uang yang terkumpul nantinya bisa dipergunakan untuk keperluan sekolah sehari hari. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.