Benteng Gudang Peluru Kedung Cowek Akan Diubah Menjadi Destinasi Wisata Bunker

Petrus - 22 April 2018
Salah satu bunker atau benteng di kawasan Bulak Banteng, Surabaya, yang sebelumnya menjadi gudang peluru TNI (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Bunker atau Benteng Kedung Cowek, atau biasa dikenal dengan bekas gudang peluru, akan dijadikan tempat wisata baru di Surabaya, setelah Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Kodam V Brawijaya berencana menjadikan kawasan itu sebagai destinasi wisata sejarah.

Terdapat 9 benteng atau bunker di Kelurahan Kedung Cowek, yang merupakan bekas peninggalan Belanda. Benteng itu masih terlihat kokoh dengan bangunan cor yang tebal, dengan hiasan alami dari tanaman yang menjulang tinggi serta lumut yang mulai menghitam. Tidak ketinggalan berbagai coretan tulisan vandalisme dari orang yang tidak bertanggung jawab, menghiasi benteng bersejarah yang terletak di pinggir pantai dekat kaki jembatan Suramadu itu.

Saat memasuki benteng, beberapa ruangan sangat gelap meski siang hari, karena tidak adanya lampu yang menerangi. Beberapa kelelawar terlihat terbang lalu lalang di beberapa ruangan yang bentuknya berupa segi empat, lingkaran, maupun memanjang. Di situlah pada zaman dahulu, peluru milik TNI disimpan.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Irvan Widyanto, tempat itu sebenarnya sudah banyak diketahui oleh warga Surabaya sebagai gudang peluru, khususnya yang berada di seputaran Kedung Cowek. Namun pada masa itu warag dilarang masuk, atau tidak semua warga bebas masuk kawasan itu, karena lokasi tersebut dijaga oleh prajurit TNI.

“Mengenai bagaimana itu nanti bisa menjadi destinasi wisata baru di Surabaya, itu perlu dipikirkan bersama-sama. Sebab, ini bukan hanya tugas Dinas Pariwisata, tapi juga tugas semua stakeholder,” kata Irvan.

Irvan yang juga Kepala Satpol PP Kota Surabaya, berencana membawa ide itu di tingkat kota, sehingga semua dinas dapat bersinergi menghidupkan destinasi itu bersama-sama. Kodam V Brawijaya selaku pemilik lahan di kawasan benteng-benteng itu, tentu akan menjadi pihak utama yang akan diajak bersinergi.

“Saat ini kami memang tengah fokus untuk menggali potensi destinasi wisata baru di Surabaya, jika sudah ada gambaran, maka akan dikoordinasikan untuk sama-sama membangun atau menghidupkannya,” ujar Irvan.

Langkah awal untuk menghidupkan benteng di Kedung Cowek sebagai destinasi wisata, kata Irvan, harus dimulai dengan penetapan kawasan itu sebagai bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Selanjutnya, akan dilakukan pembersihan dan pembenahan di kawasan itu, dengan koordinasi semua pihak termasuk Kodam V Brawijaya.

“Baru selanjutnya bisa dilakukan pembenahan infrastrukturnya,” imbuhnya.

Irvan mengatakan, akan segera melaporkan dan meminta petunjuk kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Saat melakukan peninjauan lokasi bersama tim cagar budaya, dapat dipastikan bahwa benteng-benteng itu sangat layak dijadikan cagar budaya, serta destinasi wisata baru di Surabaya.

“Jika ini bisa direalisasikan, maka akan menjadi wisata bunker pertama di Indonesia, dan akan menambah destinasi wisata baru di Surabaya, sehingga di pesisir Surabaya ternyata tidak hanya ada wisata pantainya, tapi ada satu lagi potensi wisata bunker atau benteng yang viewnya langsung laut. Semoga bisa terealisasi,” pungkasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.