Belum Dibuka Resmi, Hutan Kota Joyoboyo Banyak Dikunjungi warga

Petrus - 13 January 2018
Hutan Kota Joyoboyo di Kota Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Hutan Kota Joyoboyo ramai dikunjungi masyarakat sejak akhir Desember 2017 lalu, meski secara resmi lahan seluas 2,6 hektar milik PDAM Kota Kediri ini belum dibuka untuk umum.

Warga Kediri dan sekitarnya, memanfaatkan kawasan ini sebagai teempat untuk berekreasi bersama keluarga. Tidak hanya itu, banyak juga para pelajar yang berkunjung ditempat ini sepulang dari sekolah.

Salah satunya adalah Egi Saputri, pelajar kelas 10 MAN Kota Kediri. Ia datang bersama 5 orang temanya ke Hutan Kota Joyoboyo, hanya untuk melepas penat setelah seharian belajart di sekolah.

“Kami suka pemandanganya, banyak pohon disini,” ujar Egi.

Menurutnya,  udara di hutan kota ini terasa  sejuk dan pemandanganya sangat asri. Hal ini juga sangat cocok untuk dijadikan tempat swafoto bersama teman-temannya.

Egi menyarankan kepada pengelola hutan kota ini, agar tempat duduk bagi para pengunjung ditambah jumlahnya, serta menambah wahana permainan bagi anak anak.

Pembangunan Hutan Kota Joyoboyo dilaksanakan secara bertahap, yang mulai sejak 2017 hingga 2018. Anggara dialokasikan dari APBD sebesar Rp. 6,6 miliar, untuk tahap pertama. Hutan Kota Joyoboyo didesain dengan tidak meninggalkan kesan sebagai bekas lahan mililk PDAM, yang hingga sekarang masih dibiarkan beberapa bangunan ada di lokasi itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Didik Catur menjelaskan, pihaknya akan kembali  melaksanakan pembangunan tahap kedua Hutan Kota Joyoboyo pada Juni hingga Oktober 2018.

Sebelum pembangunan fisik dilakukan, DLHKP Kota Kediri akan melakukan lelang untuk pembuatan desain sekaligus tender pembangunan fisik. Tahap kedua pembagunan diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp. 3,3 miliar.

Beberapa desain yang dibangun di dalam hutan kota ini nantinya, antara lain wahana area bermain, kolam resapan, kebun edukasi, capcture, penambahan fasilitas tempat duduk, toilet dan lain sebagainya. Seperti Layaknya hutan, di area tersebut akan banyak ditanam berbagai jenis pohon ukuran besar yang tinggi menjulang, yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

“Pembangunan tahap kedua, nanti akan kita lakukan pertengahan 2018,” kata Didik Catur.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.