Belum Ada Ganti Rugi Pembangunan Waduk, Warga Protes Pemkab Ponorogo

Petrus - 12 March 2018
Warga menggelar aksi di paseban Alun-alun Ponorogo menuntut ganti rugi tanah dan bangunan yang terdampak pembangunan waduk (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Puluhan warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, menggelar aksi menuntut Pemerintah Kabupaten Ponorogo memberikan ganti rugi atas relokasi rumah dan tanah mereka, yang terkena proyek pembuatan Waduk Bendo. Hingga kini belum ada kejelasan tetang sertifikat rumah dan tanah yang akan ditempati.

“Sampai saat ini pun rumah baru yang akan kami tempati belum ada sertifikat yang jelas, bahkan tanah garapan yang sedianya untuk bertani juga belum ada,” kata Didik Suitnyo, saat melakukan aksi di depan Paseban Alun-alun Ponorogo, Senin (12/3/2018).

Didik menjelaskan, rumah baru yang tempati warga sekarang ini sedianya merupakan bonus atas tergusurnya tanah dan rumah warga. Akan tetapi sampai saat ini warga hanya mendapat rumah dengan ukuran 200 meter persegi tersebut.

“Rumah baru ini dulu janjinya sebagai bonus, tapi nyatanya tanah kami yang 600 meter, 300 meter persegi hanya mendapatkan 200 meter persegi berupa rumah saja,” jelasnya.

Sebagian besar warga yang rumahnya tergusur, bekerja sebagai petani. Meskipun selama 6 bulan sejak penggusuran warga dijanjikan mendapat kompensasi berupa biaya hidup dari pemerintah, warga mengkhawatirkan dana yang dimiliki akan habis untuk biaya hidup. Sementata penyelesaian ganti rugi tanah belum juga tuntas.

“Kita memang 6 bulan dijatah, tapi ketika itu selesai kita mau makan apa, sedangkan lahan garapan sampai saat ini juga belum ada,” imbuhnya.

Warga juga mengeluhkan kesulitan air bersih, karena air hanya ada saat pagi dan sore selama 3 jam. Didik bahkan telah mendata warga yang menolak relokasi, dan mengembalikan rumah baru kepada Pemkab Ponorogo hingga ada kejelasan tentang ganti rugi.

“Dari 89 KK yang direlokasi, 80 diantaranya sudah mau mengembalikan rumah, besok kita akan membawa barang-barang kami dan pindah ke rumah kami yang lama, bahkan di rumah yang sudah dirobohkan, warga akan mendirikan tenda,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.