Beda Agama, Jenazah Warga Gedeg-Mojokerto Ditolak Dikebumikan di Pemakaman Desa

Wawan Gandakusuma - 21 February 2019
Foto : (Ilustrasi)

SR,┬áMojokerto – Karena berbeda agama, jenazah Nunuk, warga nonmuslim di Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur, tidak diperkenankan dimakamkan di kompleks pemakaman umum setempat, oleh beberapa oknum warga.

Seperti yang dituturkan oleh Kukun Triyoga, dari Departemen Seni, Budaya dan Advokasi GUSDURian Mojokerto Raya kepada Super Radio melalui sambungan telepon, awalnya jenazah Nunuk boleh dimakamkan di pemakaman desa, asalkan tidak ada ritual dan memakai simbol agama yang dianut keluarga Nunuk di area pemakaman, pada Jum’at (15/2/2019). Namun situasi berubah, setelah beredar surat pernyataan yang diduga dibuat oleh salah satu oknum warga, yang menuntut agar jenazah Nunuk dipindahkan ke luar desa. Alasannya, kompleks pemakaman tersebut adalah tanah wakaf yang diperuntukkan untuk jenazah dari umat Muslim saja.

Kukun menambahkan, berdasarkan hasil musyawarah warga yang dimediasi oleh perangkat desa setempat pada Rabu malam (20/2/2019), Novi, putri Nunuk, menyatakan bersedia jika seandainya jenazah ibunya tersebut akan dipindahkan.

“Berdasarkan kesepakatan, Novi sudah menerima, asal pemerintah desa ke depannya harus membuat Perdes (Peraturan Desa) yang memuat disediakannya pemakaman untuk warga nonmuslim. Jenazah akan dipindahkan ke kompleks pemakaman di wilayah Kecamatan Kemlagi,” ungkap Kukun, Kamis (21/2/2019).

Selain via telepon, Super Radio juga menerima pernyataan pers dari GUSDURian Mojokerto Raya, yang memuat kronologi peristiwa tersebut. GUSDURian Mojokerto mencatat, Novi dalam musyawarah itu memilih lebih banyak diam, karena tidak ingin menimbulkan banyak masalah. Menurut GUSDURian Mojokerto, Indonesia adalah negara yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Semua warga negara punya kedudukan yang sama.

“Negara harus menjamin kesetaraan hak setiap warga negara, termasuk hak dari keluarga Novi,” seru GUSDURian Mojokerto Raya.

Hingga saat ini, imbuh Kukun Triyoga, belum ada kabar resmi dari pihak desa ke keluarga Novi yang merupakan satu-satunya keluarga Kristiani di desa tersebut, terkait kesepakatan pembongkaran dan pemindahan makam Nunuk.

“Keluarga Novi sampai saat ini masih berduka dan belum bersedia diwawancarai oleh wartawan,” pungkas Kukun yang selama ini ditunjuk GUSDURian Mojokerto Raya untuk melakukan pendampingan kepada keluarga Novi. (wg/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.