BAZNAS Raih Global Good Governance Award 2019

Yovie Wicaksono - 15 March 2019
Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo, didampingi Wakil Kepala BAZNAS, Zainulbahar Noor dan Dirut BAZNAS, Arifin Purwakananta saat Menerima Global Good Governance Award 2019, di Jakarta, Kamis (14/3) malam. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) meraih Global Good Governance Award 2019, sebuah penghargaan internasional untuk tata kelola yang baik dan komitmen pada kesejahteraan sosial. Penghargaan ini diterima langsung oleh Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo pada Kamis (14/3/2019) malam di Jakarta.

Dalam Global Good Governance Award 2019 ini BAZNAS memenangkan kategori Sustainable Development Goals (SDGs) atas berbagai capaian yang telah dilakukan dalam menyukseskan tujuan-tujuan pembangunan global yang berkelanjutan.

Penghargaan ini melengkapi penghargaan internasional yang BAZNAS terima, setelah beberapa bulan lalu berhasil meraih Global Islamic Finance Award (GIFA) di Bosnia Herzegovina.

Dengan penghargaan ini, Bambang berharap kinerja pengelolaan zakat di Indonesia di bawah koordinasi BAZNAS dapat makin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas baik di Indonesia maupun di kancah internasional.

“Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT, BAZNAS dapat memenangkan. Terima kasih dan apresiasi tinggi kami tujukan kepada para komisioner BAZNAS, jajaran Direksi, Sekretaris dan pasti seluruh amilin dan amilat yang bekerja keras dengan motivasi tinggi sehingga mampu membuat BAZNAS memenangkan penghargaan ini. Di atas ini semua tentu kami sangat berterimakasih pada muzaki dan mustahik yang membuat BAZNAS terpacu,” ujar Bambang, Jumat (15/3/2019).

Ia mengatakan, pelayanan BAZNAS terus meningkat  sangat tajam, saat ini Muzaki dapat dilayani melalui berbagai kanal digital. Tahun ini BAZNAS mengembangkan sistem bigdata untuk kemudahan layanan berzakat.

Dalam dua tahun terakhir, BAZNAS memperoleh perhatian yang besar dari masyarakat internasional. Hal ini dikarenakan Ketua BAZNAS memimpin World Zakat Forum (WZF) sebagai gerakan zakat dunia, BAZNAS juga bekerjasama dengan badan-badan dunia dan melaksanakan berbagai program internasional.

Program tersebut antara lain bantuan bagi pengungsi Myanmar di perbatasan Bangladesh, bantuan bagi pengungsi Palestina di Gaza, Al Aqsha hingga bagi pengungsi Palestina di Yordania. BAZNAS juga mengirim bantuan untuk pengungsi Suriah di Turki, bantuan pengungsi Somalia serta bantuan pascabencana di Filipina.

Pada 2016, BAZNAS bersama stakeholder pembangunan lainnya menandatangani komitmen melaksanakan program SDGs. Pada implementasinya, BAZNAS telah mengembangkan berbagai inisiatif seperti penerbitan Buku Fikih on SDGs, penyelenggaraan seminar dan workshop bertema Zakat on SDGs dan ikut aktif dalam program evaluasi pelaksanaan SDGs di Indonesia.

BAZNAS juga membuat program-program sesuai tujuan-tujuan SDGs seperti pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di Jambi, meluncurkan Program Kota SDGs di Bengkulu, pendekatan kerjasama Corporate Social Responsibillity (CSR) berbasis program-program SDGs serta membuat berbagai program anti-stunting dan lumbung pangan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Peran besar BAZNAS dalam SDGs adalah keputusan strategis BAZNAS untuk mengarusutamakan program SDGs dalam pengelolaan zakat di BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/ Kota dan LAZ di seluruh Indonesia,” katanya. (*/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.