Bawaslu Kediri Ajak Kaum Ibu dan Transgender Berperan Aktif dalam Pengawasan Pemilu 2019

Yovie Wicaksono - 13 April 2019
Bawaslu Kediri Ajak Kaum Ibu dan Transgender Berperan Aktif dalam Pengawasan Pemilu 2019. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menjelang pelaksanaan pencoblosan Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019 mendatang, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak kaum ibu dan komunitas  transgender berperan aktif membantu pengawasan jalannya Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansyur berharap, hadirnya kaum ibu dan komunitas transgender mampu membantu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk datang ke TPS (tempat pemungutan suara) pada tanggal 17 April mendatang.

“Karena selama ini, pantauan kita di tahun tahun sebelumnya khususnya transgender itu sedikit apatis. Jadi kehadiran mereka di TPS pada tahun tahun sebelumnya masih kurang, sangat sedikit sekali, mereka cenderung cuek. Maka dengan kita perhatikan sekarang ini, kita hadirkan menjelang masa pemilu maka harapannya partisipasi mereka juga aktif,” ujarnya kepada Super Radio, Jumat (12/4/2019).

Selain diminta untuk berperan aktif mengajak masyarakat datang ke TPS, Ia juga menginginkan mereka untuk ikut membantu peran Bawaslu, untuk melakukan pengawasan di masa tenang Pemilu.

“Kita minta mereka mengawasi masa tenang, jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran Pemilu atau pelanggaran kampanye,” tambah Mansyur.

Pada tahun sebelumnya, Bawaslu memperkirakan partisipasi transgender yang ikut datang mencoblos sekitar 10 persen. Maka dari itu, Ia sengaja menghadirkan komunitas transgender agar partisipasi dalam pemilu tahun ini lebih tinggi.

“Kita hadirkan mereka dan tokoh-tokohnya agar bisa partisipasinya lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perwaka Kediri Raya  Ike Agus Rusalan menjelaskan pihaknya datang mengikuti kegiatan sosialisasi karena mendapat undangan dari Bawaslu Kota Kediri. Diakuinya kaum waria yang tergabung dalam Perwaka memang tidak sepenuhnya mengetahui secara persis tentang tata cara Pemilihan Umum.

“Sama Bawaslu kita diundang untuk bekerjasama mensosialisasikan terhadap komunitas waria mengenai tata cara pencoblosan yang benar,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah acara selesai, nantinya hasil pertemuannya dengan Bawaslu Kota Kediri akan dibagikan kepada anggota Perwaka lainya. Transgender yang datang mengikuti kegiatan sosialisasi inipun diperkirakan berjumlah 35 orang.

Setelah acara selesai, dilanjutkan pembacaan ikrar yang menolak segala bentuk kegiatan praktik politik uang, berita bohong atau hoax, menolak isu SARA, serta mengajak menciptakan pemilu yang aman dan kondusif. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.