Banyuwangi Gelar Sosialisasi Migran Aman

Yovie Wicaksono - 16 February 2017
Suasana sosialisasi migran aman di desa yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, Kamis (16/2/2017). (foto : Superradio/Krishna Adi)

SR, Banyuwangi – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyuwangi menggelar sosialisasi migran aman di desa, Kamis (16/2/2017). Sekitar 200 peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Kecamatan, Koramil, Polsek, BMI Purna dan Organisasi Pemerhati BMI se-kabupaten Banyuwangi hadir dalam acara ini.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Banyuwangi Alam Sudrajat mengatakan, acara ini adalah sebagai salah satu usaha pemerintah untuk terus berbenah dalam melindungi warganya yang ingin bekerja di luar negeri. “Semua proses buruh migran Indonesia harus selektif, agar tidak terjadi penipuan dari oknum oknum tidak bertanggung jawab. Kami juga sampaiaka, pembuatan paspor tidak lagi ke Jember dan cukup di Banyuwangi melalui Unit Layanan Paspor (ULP). Langkah ini sebagai antisipasi pemalsuan dokumen,” ujarnya kepada Superradio.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Jember Rudiara yang didaulat sebagai narasumber menekankan agar semua pihak tidak melakukan pemalsuan data saat membuat paspor. Tujuannya, agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.

Staf Kelembagaan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya Hari Sarjana Putra mengatakan, calon buruh migran harus mengikuti proses yang resmi, agar tidak menjadi korban dari calo tenaga kerja.

Hari menambahkan, kepala desa juga berada dalam garda terdepan jika ada warganya yang akan ke luar negeri.. “Garda terdepan adalah kepala desa. Merekalah yang mengetahui langsung warganya. Jika ada hal yang tidak sesuai aturan ya jangan diloloskan, karena nanti akan menyulitkan calon buruh migran di negara penempatan,” ujarnya.

Perwakilan Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Kabupaten Banyuwangi, Siti Umaiyah mengapresiasai acara ini. Ia berharap, ke depan harus dilakukan pendampingan yang berkesinambungan, agar bisa tepat sasaran dan bisa di rasakan oleh para buruh migran maupun yang sudah purna. (ka/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.