Bantuan Hibah Asing Dipakai Dari Tahap Rehabilitasi Hingga Rekonstruksi

Petrus - 8 October 2018
SR, Jakarta – Sebanyak 10 negara tercatat dalam data terkini, telah memberikan bantuan untuk para korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bantuan dalam bentuk uang tidak hanya untuk masa tanggap darurat, tapi juga untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Update bantuan, yang dihimpun Subsatgas Bantuan Luar Negeri sampai 7 Oktober 17.00 Wita, menunjukkan bahwa yang sudah hadir atau tiba di Indonesia ada 10 negara. Sedangkan dari NGO ada pada 5 Oktober dan 10 Oktober 2018,” kata Ketua Sub Satgas Luar Negeri Pendampingan Pusat Bencana Gempa Sulteng, Kemenko Polhukam, Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastono, di Jakarta, Senin (8/10/2018).
Yoedhi mengatakan, hari Senin dijadwalkan akan datang bantuan dari Korea Selatan pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan pada petang harinya, terjadwalkan datang ada bantuan dari Perancis.
“Bantuan dari Perancis itu berupa the large water sanitation yang diawaki oleh 44 orang. Rencananya besok akan langsung memberikan bantuan untuk mengatasi permasalahan air bersih,” katanya.
Sementara itu, dari Singapura, bantuan tiba pada 2 Oktober dan rencananya akan selesai pada 12 Oktober. Bentuk bantuannya berupa dua pesawat C130 yang digunakan untuk mendorong logistik dan angkut pengungsi.
“Sementara itu dari India, bantuan berupa C17 dan C130. Dan bantuan itu sudah berakhir pada 5 Oktober,” kata Yoedhi.
Dari Malaysia, bantuan berupa pesawat C130 dan A400. Khusus untuk A400, diperbantukan di Halim Perdanakusumah, Jakarta.
“Itu karena baru hari ini dilakukan uji coba pendaratan A400. Dan kemarin belum bisa mendarat di Palu,” kata Yoedhi.
Yoedhi mengatakan, ada pula bantuan dari Australia, yang akan berakhir pada 19 Oktober, berupa pesawat C130 dan C15. Sedangkan bantuan dari Selandia Baru berupa pesawat C130 (masuk 1 Oktober-13 Oktober).
Untuk bantuan dari Jepang (masuk 4 Oktober-19 Oktober 2018) berupa pesawat C130, dan dari Swiss terdapat satu pesawat P75.
“Lalu dari Inggris berupa satu pesawat A400 dan Amerika menyiapkan C130. Sedangkan Qatar berupa C130 yang di-standbykan di Balikpapan,” katanya.
Yoedhi mengatakan, bahwa semua bantuan tersebut entry pointnya di Balikpapan. Demikian juga yang masuk di Halim akan diarahkan ke Balikpapan. Selain bantuan logistik dan pendukung, ada pula bantuan hibah yang telah dibuka rekening khusus di BNPB.
“Sedangkan untuk NGO dan swasta pribadi, bantuan hibah masuk di rekening PMI,” kata Yoedhi.
Bantuan dari setiap sembilan negara yang berkomitmen, diantaranya dari Korea Selatan sebanyak 1 juta USD, Uni Eropa 1,5 juta Euro, dan Jerman sebesar 1,5 Euro. Untuk menampung rekening bantuan asing itu, BNPB membuka dua rekening yaitu rekening BNPB untuk menampung mata uang dalam bentuk USD, dan satu rekening lagi yang menampung bantuan dalam mata uang yang sudah dirupiahkan.
Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, penggunaan dana bantuan hibah asing itu bukan hanya dialokasikan untuk kondisi darurat, tapi juga rehabilitasi rekonstruksi.
“Tentunya penggunaan dilakukan dengan pendampingan,” tandasnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.