Bandara Blimbingsari Buka Rute Penerbangan Baru Banyuwangi-Jakarta

Petrus - 19 June 2017
Blimbingsari, Banyuwangi melayani rute penerbangan baru Banyuwangi-Jakarta oleh maskapai Nam Air, grup Sriwijaya Air (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Bandara Blimbingsari, Banyuwangi membuka penerbangan baru langsung untuk rute Jakarta-Banyuwangi, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat (16/6/2017) lalu.

Pembukaan rute penerbangan langsung setiap hari oleh kelompok usaha penerbangan Sriwijaya Air dengan bendera Nam Air, diharapkan semakin menggairahkan perekonomian di Banyuwangi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan pembukaan rute baru ini diharapkan akan semakin memudahkan wisatawan menuju Banyuwangi.

“Harus diingat, Jakarta adalah pasar terbesar dengan daya beli sangat tinggi. Jakarta juga pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar kedua setelah Bali. Kunci pengembangan wisata adalah aksesibilitas, sehingga pembukaan rute ini adalah langkah penting,” ujar Arief Yahya.

Menurut Arief, syarat 3A yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas dalam pengembangan wisata sudah semakin dimiliki Banyuwangi. Daerah di ujung timur Pulau Jawa ini dikenal punya atraksi wisata beragam dalam event Banyuwangi Festival, yang memadukan kekayaan budaya dan pesona alam.

Dari sisi amenitas atau infrastruktur penunjang, Banyuwangi juga terus memperbaiki diri. Hotel-hotel baru banyak berdiri di Banyuwangi untuk melayani peningkatan jumlah wisatawan yang datang.

“Tanggal 21 Juni saya juga kembali untuk meresmikan hotel berbintang empat di Banyuwangi,” ujar Arief.

Arief optimistis, pembukaan rute Jakarta-Banyuwangi bakal semakin menggeliatkan ekonomi Banyuwangi maupun daerah di sekitarnya.

“Teorinya, flow of people pasti diikuti flow of money. Rumusnya TTI. Ada tourism, ada trade (perdagangan), ada investment. Dan itu hampir semuanya berpusat di Jakarta. Dengan rute ini, TTI itu akan bergerak. Saya kira ini juga akan menggerakkan daerah sekitarnya, Situbondo, Jember, Bondowoso,” lanjut Arief.

Arief menantang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk terus berinovasi, sehingga bisa mengerek kedatangan wisatawan. Dia menargetkan kunjungan wisman ke Banyuwangi mencapai 100.000 orang per tahun pada 2019, naik dari posisi saat ini 60.000 orang.

“Dengan 100.000 wisman, ada potensi devisa US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun,” kata Arief.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, langkah Sriwijaya Group membuka jalur Jakarta-Banyuwangi sangat tepat, mengingat Banyuwangi adalah daerah yang sangat potensial.

“Saya kalau bicara tentang Banyuwangi selalu semangat, karena daerah ini sangat potensial. Selalu ada kegiatan aktif yang dilakukan warganya,” kata Budi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga menyambut gembira dibukanya rute baru ini oleh Sriwijaya Air. Dengan semakin bergeliatnya wisatawan di Banyuwangi, sektor ekonomi masyarakat lainnya diyakini akan ikut terangkat.

“Banyuwangi memulai dari bawah, dari tak ada penerbangan sampai sekarang ada empat kali penerbangan tiap hari. Surabaya-Banyuwangi tiga kali sehari, Jakarta-Banyuwangi sekali sehari. Dengan arus wisatawan, dunia usaha, kalangan pendidikan, dan masyarakat luas ke Banyuwangi, tentu ini memberi dampak ekonomi yang positif. Hal itu terkonfirmasi dari peningkatan pendapatan per kapita warga, dan penurunan kemiskinan,” tandas Azwar Anas.

Hingga saat ini, jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu meningkat menjadi 1.340 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.