Bandara Blimbingsari Akan Dikelola Angkasa Pura

Petrus - 6 July 2017
Pesawat menurunkan penumpang di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, akan segera diserahkan pengelolaannya dari Kementerian Perhubungan ke BUMN pengelola bandara PT Angkasa Pura II (Persero). Alih kelola ini untuk mempercepat pengembangan bandara tersebut. Penyerahan ini akan direalisasikan sekitar 2 atau 3 bulan mendatang.

Saat ini, bandara tersebut masih berada di bawah pengelolaan Kemenhub melalui Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung sepenuhnya langkah itu.

”Terima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pariwisata yang punya concern luar biasa mengembangkan daerah,” ujar Anas ketika ditemui Superradio, Kamis (6/7/2017).

Anas mengatakan, dengan pengelolaan oleh Angkasa Pura II, pengembangan bandara bisa lebih cepat dilakukan.

”AP II tentu lebih detil dan cepat dalam mengembangkan bandara, karena mereka sudah sangat profesional di bidang itu,” ujar Anas.

Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi 2010. Sejak 2014, pemerintah daerah mengembangkan terminal baru berkonsep hijau dengan dana APBD Banyuwangi dan Pemprov Jawa Timur. Bupati Azwar Anas sengaja mengambil konsep itu untuk menunjang pengembangan wisata.

”Karena kalau mau bersaing dengan kota besar jelas kalah. Semuanya bandara penuh kaca, mahal. Maka perlu diferensiasi. Kami putuskan bikin yang unik, timeless, berkonsep hijau dan mengadopsi budaya lokal. Sehingga ini bukan hanya bandara, tapi landmark baru yang menarik wisatawan,” kata Anas.

Anas meminta arsitek Andra Matin untuk menerjemahkan ide tersebut, kemudian jadilah terminal baru yang kini tinggal menunggu izin operasi. Terminal bandara ini mengedepankan konsep rumah tropis dengan penghawaan udara alami, sehingga nyaris tanpa AC. Desain interior minim sekat untuk menjamin sirkulasi udara dan sinar matahari. Terminal dikelilingi kolam ikan untuk mengoreksi tekanan udara, sehingga suhu ruang tetap sejuk.

Rute ke Banyuwangi sendiri dilayani sebanyak empat kali sehari, yaitu tiga dari Surabaya oleh Garuda Indonesia dan Wings Air. Ada pula rute Jakarta-Banyuwangi oleh Nam Air. Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang mencapai 7.826 orang per tahun, kemudian melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.