Bahaya Sampah Plastik

Yovie Wicaksono - 14 December 2018
Komunitas Nol Sampah Melakukan Kampanye Diet Tas Kresek. Foto : (NolSampah)

SR, Surabaya – Indonesia, mendapat julukan nomor dua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. Hal ini disampaikan Koordinator Komunitas Nol Sampah, Hermawan Some kepada Super Radio, Jumat (14/12/2018).

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka daur ulang Indonesia hanya 7 persen. Sedangkan sampah di Indonesia sebanyak 65 juta ton per tahun, lalu sampah plastiknya sebanyak 5,4juta ton. Jika dihitung, berarti ada 4 juta plastik yang tidak diolah atau didaur ulang, dan itu kemana? Ya bisa dilihat di TPA, di sungai, atau ke laut. Jadi jangan kaget kalau Indonesia mendapat julukan juara dua dunia penyumbang sampah plastik ke laut,” ujar pria yang akrab dipanggil Wawan Some ini.

Wawan mengatakan, kondisi ini jelas berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem, karena bahan baku plastik yang berbahaya. Dijelaskan, plastik memiliki bahan baku utama minyak bumi, dan campuran bahan-bahan kimia didalamnya. Bahan-bahan tersebut berbahaya untuk manusia, karena dapat menyebabkan cacat pada janin, penyebab kanker, hingga kemandulan pada pria.

Hal lainnya adalah saat plastik hancur dan menjadi mikroplastik dilaut akan dikonsumsi tanpa sengaja oleh ikan dan selanjutnya ikan tersebut dikonsumsi manusia. Menurut Wawan, tidak menutup kemungkinan mikroplastik tersebut tercampur di garam.

“Bahaya yang sekarang adalah saat mikroplastik yang ukurannya bisa seperti plankton tercampur sama garam, karena garam dibuat dari air laut,” tambahnya.

Dikatakan, plastik merupakan hidrokarbon yang baru bisa terurai minimal 100 tahun lamanya.

Untuk meminimalkan jumlah sampah plastik di Surabaya, Komunitas Nol Sampah melakukan beragam cara, salah satunya adalah dengan rampok tas kresek. Dimana mereka akan mengambil tas kresek yang digunakan masyarakat dan menggantinya dengan kantong belanja yang ramah lingkungan.

Selain itu juga melakukan kampanye diet plastik atau kegiatan mengurangi pengguaan plastik. Tak lupa, mereka juga memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan plastik dan tas kresek. (fos/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.