Awal Sekolah, Diklaim Penyebab Turunnya Harga Telur

Yovie Wicaksono - 18 July 2018
TPID Kota Kediri Melakukan Sidak di Pasar Tradisional atas Kenaikan Harga Telur (foto : Super Radio/Rahman Halim)

SR,Kediri – Tingginya perputaran uang untuk pendaftaran dan keperluan sekolah menjadi salah satu faktor penyebab turunnya harga telur saat ini. Pernyataan ini disampaikan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri Joko Raharto kepada Super Radio, Rabu (18/7/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bank Indonesia Kediri ini mengatakan, saat ini harga telur di tingkat pedagang mencapai 24 ribu hingga 25 ribu rupiah atau turun 1000 rupiah dari harga sebelumnya. Sedangkan, di tingkat peternak saat ini harganya berkisar di 20 ribu hingga 21.500 rupiah.

“Upaya yang dilakukan TPID hanya sebatas melakukan pemantauan sambil menggali informasi mengenai perkembangan harga telur melalui peternak, pedagang maupun koperasi,” ujar Joko.

Joko mengatakan, jumlah produksi telur yang sempat turun, tidak lepas dari berkurangnya jumlah populasi peternak saat ini. Diperkirakan produksi telur akan kembali normal mendekati akhir bulan Juli, nanti di saat ayam peternak memasuki masa produksi.

Joko menilai turunnya daya beli telur dikarenakan saat ini para orang tua lebih memprioritaskan keperluan kebutuhan sekolah putra putrinya ketimbang membeli atau mengkonsumsi telur. “Diperkirakan akan berproduksi pada akhir bulan Juli, artinya akan mendapat suplai. Ini artinya kita tidak khawatir lagi. Saat ini kan sedang masa sekolah ya, konsumsi makanan termasuk turun dan difokuskan pada biaya sekolah,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kenaikan harga telur beberapa waktu lalu dikarenakan naiknya harga pakan ternak, serta jumlah produksi telur turun. Momentum kenaikan harga telur ini, membuat TPID melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri. (rh/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.