Aplikasi “GoBis” Pemantau Suroboyo Bus

Yovie Wicaksono - 26 December 2018
Logo Aplikasi GoBis

 SR, Surabaya – Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengembangkan aplikasi “GoBis” (Golek Bis) yang bisa diunduh secara gratis di telepon pintar untuk mendeteksi dan memantau posisi terakhir Suroboyo Bus dan bus tingkat saat beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kata Surabaya Irvan Wahyudrajad, di Surabaya, Rabu (26/12/2018), mengatakan aplikasi ini rencananya akan digabungkan dengan aplikasi GoParkir dan beberapa aplikasi lainnya.

“Untuk menunjang Smart City, kami memang berencana untuk menggabungkan dan saat ini terus kami kembangkan,” kata Irvan kepada Antara.

Menurut Irvan, dalam aplikasi itu termuat informasi tentang rute Suroboyo Bus dilengkapi peta digital real time dengan perkiraan tiba bus di halte, serta beberapa informasi lainnya.

“Dengan menggunakan aplikasi GoBis, penumpang yang menunggu bisa mengetahui posisi terakhir dari bus tersebut,” katanya.

Selain itu, aplikasi Go Bis juga memuat informasi tentang e-ticketing bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun bus antarkota antarprovinsi (AKAP), juga informasi tentang angkutan umum mikrolet atau lyn.

Pemerintah Kota Surabaya sendiri saat ini menambah 10 unit armada Suroboyo Bus untuk melengkapi angkutan umum massal di Kota Surabaya. Dengan demikian, Pemkot Surabaya sudah memiliki 20 bus angkutan umum, 18 di antaranya Suroboyo Bus dan dua unit lagi adalah double decker atau bus bertingkat.

Irvan menambahkan, penambahan 10 unit baru armada Suroboyo Bus ini bukan hanya persoalan transportasi semata. Namun, lebih dari itu untuk lingkungan, karena nanti diharapkan masyarakat yang biasanya memakai mobil pribadi, bisa beralih ke angkutan umum ini.

“Ketika angkutan umum ini bisa menjadi alternatif, maka jalan tidak akan macet. Nah, ketika jalan tidak macet, maka perekonomian pun akan lancar, efisiensi kota jadi lebih baik,” ujarnya.

Irvan juga berharap para pelajar yang masih belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan belum cukup umur untuk membawa kendaraan sendiri, diharapkan menggunakan angkutan umum ini, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan.

“Jadi, ini untuk keselamatan juga,” katanya.

Selain menambah armada Suroboyo Bus, pihaknya juga akan menambah delapan halte bus pada tahun 2019 mendatang. Delapan halte itu rencananya akan dibangun di depan Universitas Islam Negeri, Royal, depan Joyoboyo, Mayjen Sungkono depan KPU, Mayjen Sungkono sebelah SPBU, HR Muhammad sekitar Masjid At-Taqwa, Dharmawangsa sekitar rumah sakit Dr Soetomo, Kertajaya Indah sebelah bundaran ITS. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.