Apel Bersama Deklarasi Lombok Bangun Kembali

Yovie Wicaksono - 28 August 2018

SR, Lombok Utara – Pasca bencana gempa bumi di Lombok, semangat NTB bangun kembali terus digaungkan. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur NTB Zainul Majdi, saat mempimpin apel bersama di lapangan Pemenang Lombok Utara (27/8/2018).

“Gempa bumi ini tidak melemahkan masyarakat NTB dalam menghadapi bencana, tetapi menguatkan ketahanan terhadap bencana. Pemerintah dan Pemerintah Daerah akan segera membangun kembali masyarakat NTB yang lebih baik. Alam NTB memang rawan gempa, itu sudah ada sejak terbentuknya bumi NTB ini. Jadi bagaimana kita harus selalu harmoni dengan alam,” kata Gubernur NTB Zainul Majdi, melalui keterangan pers yang diterima superradio.id.

Untuk membangun kembali di NTB, Presiden telah menginstruksikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, dimana instansi terkait telah mengetahui tugas dan kerjanya.

“Sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan wilayah terdampak di Provinsi NTB ini, Presiden Jokowi berharap pemerintah bisa cepat membangun kembali NTB,” ujarnya.

“Dalam Inpres itu, diberikan instruksi umum kepada 31 pejabat termasuk di antaranya 19 Menteri Kabinet Kerja.
Dengan Inpres ini, kementerian dan lembaga memiliki payung untuk penanganan dampak bencana gempa bumi di lapangan. Waktu yang diberikan membangun kembali rumah yang rusak dalam tempo 6 bulan, sedangkan fasilitas umum dan fasilitas sosial 1 tahun, jika lebih cepat selesai lebih baik,” lanjutnya.

Dalam apel ini diberikan secara simbolis 50 unit motor roda tiga dari Pemerintah Provinsi NTB kepada Bupati Lombok Utara dan Sekda Lombok Timur. Motor roda tiga ini berfungsi untuk membawa sampah di lokasi pengungsi, sehingga lokasi pengungsi terjaga kebersihannya.

Apel ini dilaksanakan karena masa tanggap darurat telah selesai pada 25 Agustus 2018, dan memasuki transisi darurat ke pemulihan. Dalam tahap transisi darurat ini perlakuan terhadap korban bencana akan tetap sama, hingga masyarakat dapat kembali hidup normal.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.