Antisipasi Dishub dan Polisi Atasi Balon Udara Liar di Ponorogo

Petrus - 29 April 2018
Sekelompok masyarakat di Ponorogo mencoba menerbangkan balon udara (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Menerbangkan balon udara dari plastik atau kertas, telah menjadi sebuah tradisi tahunan di Ponorogo saat Hari Raya Idul Fitri. Namun, tradisi ini menjadi sorotan beberapa tahun terakhir, karena dianggap membahayakan jalur penerbangan serta dapat menyebabkan kebakaran. Bahkan, Polres Ponorogo telah mengeluarkan laangan untuk menerbangkan balon udara.

Polres Ponorogo bersama Kantor Otoritas Wilayah 3 Surabaya, dan Dinas Perhubungan setempat, menggelar sosialisasi Festival Balon Udara, yang diadakan di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Sosialisasi ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya menerbangkan balon udara ke angkasa.

“Ini adalah sosialisasi kepada masyarakat, jika ingin menerbangkan balon udara agar tidak sembarangan, karena bisa melanggar hukum,” kata Kepala Desa Bringinan, Barno, Minggu (29/4/2018).

Barno menjelaskan, selama ini kebiasaan menerbangkan balon udara telah menjadi sebuah tradisi setiap menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri di Ponorogo. Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat menjadi paham bila menerbangkan balon udara sangat berbahaya dan ada sanksi pidananya.

Wakapolres Ponorogo, Kompol Suharsono menerangkan, pihaknya sering mendapat laporan dari otoritas penerbangan terkait balon udara di wilayah Ponorogo. Bahkan pihaknya setahun yang lalu juga sudah melakukan penertiban balon udara yang dilepas tanpa kendali, dengan mengamankan orang yang melepas balon tanpa kendali.

“Untuk masalah aturan kami tentunya tetap menunggu Dishub yang sudah ada rencana untuk itu, karena kami polisi tidak membuat aturan untuk itu,” terangnya.

Suharsono mengajak masyarakat yang ingin menerbangkan balon udara, agar memberi tali pada balonnya serta dikaitkan atau ditambatkan di tanah. Masyarakat yang ingin menerbangkan balon udata, diajak untuk menerbangkan balon udara milik mereka pada Festival Balon Udara yang akan diadakan setelah hari raya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Pengoperasian Bandara Udara Kantor Otoritas Wilayah 3 Surabaya, Hasanudin menambahkan, saat ini ruang udara di wilayah Ponorogo sangat padat karena dekat dengan Lanud Iswayudi di Madiun.

“Balon-balon udara ini jangkauannya sangat tinggi dan luas, sehingga sangat mengganggu penerbangan, bahkan laporan-laporan dari para penerbang sudah banyak yang melaporkan pernah berhadap-hadapan dengan balon udara ketika terbang,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.