Anak Petani Tebu di Kediri Terima Pelatihan Pabrik Gula PTPN X

Petrus - 9 May 2018
Sejumlah pemuda yang merupakan anak petani tebu menerima pelatihan dari Pabrik Gula PTPN X (foto : Istimewa)

SR, Kediri – Sebanyak 60 pemuda yang merupakan anak-anak petani tebu mendapat pelatihan dari Pabrik Gula PTPN X. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas gula, sekaligus menekan keberadaan gula impor.

Para pemuda itu mendapat pelatihan yang meliputi teori dan praktek langsung di perkebunan, mulai dari mekanisasi, pengetahuan mengenai varietas bibit, hingga pengembangan dalam pengoperasian.

Melalui pelatihan ini diharapkan mereka dapat mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki, untuk diterapkan di wilayah masing-masing. Pihak PTPN X akan tetap melakukan pendampingan hingga mereka berhasil.

“Nanti kita kawal, tidak dilepas. Apa kesulitan dan tantangan mereka,” kata Alan Purwandiarto, Kepala Divisi Sarana Prasarana dan Mekanisasi PTPN X.

Hingga saat ini, rata-rata produksi tanaman tebu skala nasional mencapai 75 ton per hektare. Capaian 75 ton hasil produksi gula untuk luas 1 hektare tanaman tebu dinilai masih kurang.

“Masih belum sesuai harapan, harapan kita 100 ton per hektare,” lanjutnya.

Selain memberikan pelatihan, upaya mendongkrak hasil produktivitas para petani tebu juga dilakukan dengan cara menyiapkan varietas bibit unggul, pemberian pupuk, peralatan mekanisasi serta kelancaran modal kredit.

Alan mengatakan, bahwa saat ini semua pabrik gula di PTPN X telah memiliki peralatan mekanisasi modern, dan telah dioperasionalkan

“Kita buka mindset mereka, mau tidak mau dan suka tidak suka bahwa mekanisasi ini menjadi terdepan 3 atau 5 kemudian, ujarnya.

Alan juga membandingkan jika proses panen tanaman tebu menggunakan cara manual lebih lama ketimbang cara modern yang dinilai efisen. Proses Mekanisasi sudah diterapkan oleh PTPN X sejak 5 tahun lalu.

“Kalau manual bisa sampai 10 hingga 20 hari. Tapi kalau dengan alat mekanisasi kita bisa 2 sampai 3 hari. Bisa menekan biaya 50 sampai 70 persen lebih hemat menggunakan mekanisasi,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah kebutuhan gula nasional mencapai 5,5 juta ton, dan baru terpenuhi 2 juta ton per tahun.

“Sehingga masih kurang 3 juta, lainya ini Impor. Inilah yang harus kita kejar. Asalkan produktivitas petani tinggi, maka pendapatannya tinggi. Untuk itu sejak saat ini kita didik,” ujar Sukamto, Kepala Divisi Program Kemitraan Bina Lingkungan PTPN X.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.