Alumni Unair Surabaya Deklarasikan Dukung Jokowi

Yovie Wicaksono - 11 January 2019
Alumni Universitas Airlangga Surabaya Mendeklarasikan Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden/Wakil Presiden untuk periode 2019-2024, di Surabaya, Jumat (11/1/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya,  yang tergabung dalam Komunitas Pojok Airlangga menggelar deklarasi mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden periode 2019-2024, di Surabaya, Jumat (11/1/2019).

“Kami para Alumni Universitas Airlangga Surabaya, dari berbagai jurusan dan fakultas yang tersebar diberbagai wilayah dan tergabung dalam Komunitas Pojok Airlangga menyatakan mendukung, memperjuangkan, dan memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden/Wakil Presiden untuk periode 2019-2024,” ujar Deklarator yang merupakan Alumni FISIP Unair Angkatan 1985, Heru Hendratmoko, Jumat (11/1/2019).

Heru mengatakan, deklarasi ini bergerak atas nama warga yang peduli dengan masa depan bangsa dan mendukung Jokowi melanjutkan satu periode lagi. Menurutnya, banyak capaian Jokowi selama 4 tahun ini yang harus diapresiasi dan dilanjutkan lagi.

“Kita bergerak atas nama warga yang peduli, warga yang kebetulan pernah bersekolah di universitas yang sama dan peduli dengan masa depan bangsa ini, setidaknya untuk 5 tahun mendatang. Banyak capaian-capaian Jokowi selama 4 tahun belakangan yang harus diapresiasi dan dilanjutkan, agar terjadi kesinambungan, sehingga kesejahteraan sosial lebih merata kesuluruh Indonesia,” kata Heru.

Panitia Deklarasi Komunitas Pojok Airlangga,  Anugrah Ariyadi mengatakan, deklarasi tersebut diikuti oleh para alumni angkatan termuda hingga tertua, yang diharapkan dapat menyumbangkan suara untuk Jokowi – Ma’ruf Amin semaksimal mungkin.

“Deklarasi ini diikuti oleh angkatan paling muda, yakni tahun 1999 hingga angkatan yang paling sepuh seperti dari angkatan Pak Tjuk (Tjuk Kasturi Sukiadi), dan kalau target suara, kami menginginkan dari Alumni Unair tentunya sebanyak-banyaknya,” ujar alumni Fakultas Hukum angkatan 1986 itu.

Sementara itu, pembedah buku Menuju Cahaya, Airlangga Pribadi  mengatakan, ”Dimana revolusi mental itu sangat penting, untuk mensucikan kembali semangat revolusi 1945, memudahkan kembali mentalitas bangsa kita untuk menyatu menjadi bagian Indonesia.”

Menurut Airlangga, melalui revolusi mental, Jokowi ingin mengedepankan semangat untuk mengembalikan bahwa sesungguhnya pembangunan itu diabdikan untuk rakyat, dan arah negara Indonesia untuk membangun keadilan sosial dan kemerdekaan rakyat.

“Yang kita lihat sebenarnya beberapa hal selama 4 tahun ini menjadi salah satu langkah penting, langkah awal kita untuk mengembalikan tujuan kita bernegara untuk berpusat pada kepentingan rakyat Indonesia. Namun seringkali hal ini dikaburkan, ditiadakan, dikesampingkan oleh banyaknya hoax yang mengutarakan bahwa Jokowi ini tidak membangun, Jokowi ini PKI, dekat dengan Cina, yang ini harus kita lawan,” tambah Airlangga.

Selain itu, Airlangga menegaskan bahwa bangsa Indonesia lebih berharga dari sebuah hoax yang memecah belah bangsa.

“Bangsa ini tidak boleh terbelah hanya karena ada satu pandangan yang hendak memonopoli kebenaran. Bangsa ini terlalu berharga untuk dikorbankan hanya demi memenuhi ambisi politik sekelompok orang. Kebohongan disebarluaskan, fitnah dan ujaran kebencian diumbar, kebodohan dipertontonkan. Bangsa ini terlalu berharga untuk sebuah hoax,” tegas Airlangga. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.