Akupuntur dan Manfaatnya

Yovie Wicaksono - 14 December 2018
Ilustrasi Pengobatan Akupuntur.

SR, Surabaya – Ragam pengobatan di Indonesia saat ini semakin berkembang. Mulai dari pemanfaatan tanaman untuk pengobatan herbal hingga pengobatan medis, termasuk akupuntur atau yang lebih dikenal dengan sebutan tusuk jarum.

Bagi sebagian masyarakat, akupuntur dianggap sebagai pengobatan yang “mengerikan” karena memasukkan jarum ke dalam tubuh, sehingga berimbas pada rasa sakit. Padahal akupuntur sendiri tidak menimbulkan rasa sakit seperti pada saat anggota tubuh disuntik atau diinfus.

Kepala Bidang Pelayanan Laboratorium Penelitian, Pengembangan, dan Pelayanan Akupuntur (LAB P3A), Surabaya, Sulistiyawati Hoedijono mengatakan, titik yang dipilih dengan kelainannya (sakitnya)  itu ada hubungannya. Bisa hanya diotot sama kulit saja, dan bisa juga ada hubungannya dengan organ dalam.

“Dengan ditusuk itu kita melancarkan energi ke seluruh tubuh, badan akan terasa lebih enak, untuk yang biasa susah tidur, jadi bisa tidur, untuk yang terkena diabetes akan menormalkan gula darah,” ujar Sulis, Jumat (14/12/2018).

Sulis menambahkan, dalam pengobatan akupuntur, emosi sangatlah penting hubungannya dengan kesehatan organ, karena organ berhubungan dengan psikis, syaraf, dan ketahanan.

“Emosi itu sangat penting dalam akupuntur, kita bisa mengetahui penyakit  seseorang dari emosinya. Terkadang orang yang gampang sedih, hubungannya dengan organ paru, orang yang iri hati, pendendam, mudah marah itu ada hubungannya dengan organ hati, lalu orang yang pemikir ada hubungannya dengan limpa, namun penyakitnya bisa beda-beda,” jelas Sulis.

Akupuntur juga bisa untuk orang sehat agar kesehatan tubuhnya terjaga, lalu juga untuk pencegahan penyakit. Akupuntur juga bisa menyembuhkani stroke, hipertensi, insomnia, nyeri pada otot, dan mengurangi sakit kepala.

Akupuntur juga bisa digunakan untuk kecantikan. Seperti mengatasi  obesitas, mengatasi jerawat, dan kecantikan wajah.

Ukuran jarum akupuntur berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhannya. Penggunaan di area wajah menggunakan ukuran yang panjangnya seperempat dan setengah cun, sedangkan jarum yang umum dan sering dipakai adalah ukuran 1 cun. Sedangkan, untuk akupuntur yang titiknya dalam atau pemasangannya agak miring memakai 1,5 cun atau lebih.

Dalam pengobatannya, akupuntur biasanya juga menggunakan electro stimulator untuk menguatkan atau melemahkan syaraf.

Pengobatan akupuntur sendiri berasal dari Tiongkok, dengan memanfaatkan jarum untuk menstimulasi titik-titik tertentu dalam tubuh. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.