Aktivitas Pelayaran Bali Ditutup Total

Yovie Wicaksono - 9 February 2017
Ilustrasi

SR, Denpasar – Otoritas Pelabuhan Bali menutup total aktivitas pelayaran di beberapa titik di Bali. Penutupan dilakukan karena ancaman gelombang tinggi higga 4 meter yang diperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KKUPP) Kelas III Maqhi mengatakan, surat edaran penutupan pelayaran sudah dikeluarkan sejak Senin (6/2/2017) dan berlaku hingga beberapa hari ke depan.

“Pelabuhan ditutup karena gelombang tinggi yang menerjang perairan Bali. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pelayaran dan keselamataan orang dan barang,” ujarnya, Kamis (09/02/2017).

Maqhi menjelaskan, gelombang tinggi mulai dari wilayah Bali selatan, timur, hingga selat Lombok. Untuk wilayah Bali, penutupan aktivitas pelayaran terjadi di lintasan Pemenang-Gili Matra-Padangbai Amed, Nusa Penida, Nusa Lembongan, Serangan, Pelabuhan Benoa, dan beberapa pelabuhan kecil lainnya seperti Sanur, dan Kusamba.

“Kami sampaikan kepada pemilik, operator kapal penumpang dan barang untuk tidak berlayar sampai ada pemberitahuan atau edaran selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Gunawan Taufik mengatakan, gelombang tinggi di perairan wilayah Bali terjadi akibat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Australia.

“Wilayah perairan Bali bagian selatan semuanya terjadi gelombang tinggi hingga 4 meter. Sangat tidak dianjurkan untuk pelayaran. Kami sudah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan agar menututup sementara pelabuhan,” ujarnya.

Anjuran yang sama juga disampaikan kepada nelayan yang menangkap ikan. Gunawan menjelakan, pihaknya akan menyampaikan kepada nelayan, operator kapal penumpang dan barang jika kondisinya sudah normal. (ka/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.