AJI Galang Donasi Korban Banjir Bandang Jayapura

Yovie Wicaksono - 21 March 2019
Kondisi Setelah Banjir di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Foto : (Antara)

SR, Jakarta – Dampak dari banjir bandang di Kapupaten Jayapura yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam, hingga kini masih terus dirasakan dampaknya. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura mendata, ada sembilan jurnalis yang terdampak banjir bandang ini.

“Sembilan jurnalis terdampak banjir, tapi tak ada korban jiwa di kalangan jurnalis maupun keluarganya yang terdampak. Namun sebagian besar rumah mereka rusak atau terendam air dan keluarga mereka harus mengungsi,” ujar Ketua Umum AJI, Abdul Manan dalam keterangannya kepada Super Radio, Kamis (21/3/2019).

Satu diantara jurnalis yang terdampak bencana banjir ini adalah anggota AJI Jayapura, Arjuna Pademme, reporter di Jubi. Rumah Arjuna rusak dan terendam air sehingga istri dan anaknya harus mengungsi sementara.

AJI Indonesia menggalang bantuan dana dari sesama anggota AJI, simpatisan dan afiliasi AJI untuk membantu jurnalis anggota AJI Jayapura yang menghadapi dampak banjir bandang.

“Bagi yang ingin menyalurkan donasinya, silakan kirim melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cut Mutia Jakarta Pusat, nomor rekening 0230-0100-2015-303 an. Aliansi Jurnalis Independen,” ujar Manan.

Bukti donasi harap dikirim WhatsApp ke +62812-8572-252. Donasi akan dibuka hingga 5 April 2019. Detail pemanfaatan hasil donasi akan disampaikan melalui email.

Sekedar informasi, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) memastikan lebih dari 100 orang tewas dan hampir 100 orang dinyatakan hilang. Jumlah ini masih akan bertambah karena proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan.

Ratusan rumah rusak berat dan terendam air, sekitar 11.725 orang menjadi korban banjir bandang ini dan lebih dari 10.000 orang harus mengungsi. Listrik masih padam pada beberapa pemukiman.

Selain lumpur, batuan kali dan batang pohon yang hanyut bersama banjir mengakibatkan beberapa ruas jalan tertutup. Akibatnya banyak korban banjir yang belum bisa mengakses bantuan maupun layanan darurat yang disediakan oleh relawan maupun pemerintah daerah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.