63.501 Warga Ponorogo Dicoret Dari Daftar Pemilih

Yovie Wicaksono - 27 February 2018
Ilustrasi. Proses rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014 tingkat Provinsi di Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Ponorogo – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo, Muhammad Ikhwanudin Alfianto, memastikan ada 63.501 warga Ponorogo yang tercatat masuk ke dalam daftar pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk Pemilukada 2018.

“Sesuai data pencocokan dan penelitian (coklit) rekap cepat, hasilnya dipastikan 63.501 warga Ponorogo dicoret dari daftar pemilih,” kata Ikhwanudin, Selasa (27/2/2018).

Ia menuturkan, data coklit yang sudah dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ini nantinya bakal dicocokkan dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo.

“Itu masih data rekap cepat ya, tapi bisa dipastikan hasil coklit tersebut benar sesuai dengan keadaan di lapangan,” jelasnya.

Ikhwanudin menambahkan, puluhan warga yang termasuk dalam daftar Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ini berdasarkan sepuluh kategori, mulai dari meninggal dunia, identitas ganda, di bawah umur, pindah domisili, tidak dikenal, TNI, Polri, hilang ingatan, hak pilih dicabut oleh pengadilan, dan bukan penduduk setempat.

“Ada pula kode 11 yakni belum memiliki KTP elektornik, dan kode 12 yakni belum memastikan punya KTP atau tidak,” ujarnya.

Sesuai data hasil coklit, sebanyak 823.987 pemilih telah dicoklit. Namun data ini belum valid karena masih harus dicocokkan dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

“Ini belum final karena masih harus dicocokkan dengan Dispendukcapil,” imbuhnya.

Rencananya, tanggal 4 Maret 2018 mendatang, tim KPU Kabupaten Ponorogo dan Dispendukcapil akan melakukan pencocokan data untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur Juni 2018 mendatang.

Masyarakat yang memiliki hak pilih, dihimbau memiliki kesadaran untuk ikut berpartisipasi aktif menyukseskan pemilihan.

“Ini merupakan tanggungjawab bersama, mulai dari pemerintah, parpol, serta masyarakat sendiri, yang harus dengan kesadaran diri ikut nyoblos. Ini untuk menyukseskan target pemilih sebanyak 77,5 persen,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.