6 Desa di Ngawi Terendam Banjir, Jalur Alternatif Madiun Terputus

Yovie Wicaksono - 2 March 2017
Sejumlah siswa diangkut menggunakan mobil polisi dari lokasi banjir di Kabupaten Ngawi (foto : Superradio/Sugeng Harianto)

SR, Ngawi – Curah hujan tinggi yang terjadi semalaman (1/2/2017) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengakibatkan 6 desa terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 40 cm hingga 1 meter. Desa-desa yang terendam banjir antara lain Sumengko, Simo, Tirak, Purwosari, Dinden, dan Kendung.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam beberapa fasilitas publik seperti Sekolah Dasar Purwosari, sehingga pihak sekolah terpaksa meliburkan aktivitas belajar seluruh murid.

Kapolsek Kwadungan AKP Suparno mengatakan, banjir yang terjadi semalaman di Ngawi merendam rumah, sekolah, hingga memutuskan arus lalu lintas di jalur alternatif Madiun melalui Kecamatan Kwadungan.

“Jalur alternatif ini tidak bisa di lalui karena ketinggian banjir mencapai 1 meter. Kalau kendaraan nekat menerobos pasti mogok,” kata AKP Suparno, Selasa (2/3/2017).

Sementara itu untuk mengangkut anak sekolah yang dipulangkan karena sekolah yang terendam banjir, Kepolisian menyiapkan kendaraan atau truk polisi untuk nengangkut siswa-siwi sekolah yang dipulangkan.

AKP Suparno menambahkan, kendaraan yang melalui jalur alternatif Madiun yang melewati Kecamatan Kwadungan dan terhadang banjir, terpaksa dialihkan melewati Kecamatan Pangkur, Kecamatan Kartoharjo, dan Kecamatan Barat, Magetan.

Muhidin (45) pengendara sepeda motor asal Surabaya, terpaksa harus menunggu air surut hingga berjam-jam, saat akan pulang kampung ke Desa Dinden.

“Dari Surabaya pulang kampung kok banjir, ya terpaksa nunggu surut, kalau gak surut ya terpaksa nekat karena ingin segera ketemu keluarga,” ujar Muhidin.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Ngawi, terkait fasilitas apa saja yang terkena banjir, maupun kerugian yang dialami warga yang kebanjiran. Namun Polsek Kwadungan menyebut adanya laporan warga, yang mengaku mengalami kerugian akibat banjir yang merendam lahan pertanian dan ternak lele milik warga.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.