52 Persen Jamaah Haji Kediri Miliki Resiko Tinggi

Yovie Wicaksono - 3 August 2018
Prosesi Keberangkatan Jamaah Haji di kota Kediri, Jumat (3/8/2018). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR,Kediri – Separuh lebih jamaah haji asal kota Kediri diketahui mempunyai resiko tinggi karena menderita sakit dan terpaksa harus mengkonsumi obat setiap hari.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Kediri, Cici Rahmawati mengatakan, dari 341 calon jamaah haji yang diberangkatkan Jumat (3/8/2018) pagi, 52 persennya menderita sakit. Diantaranya karena kolesterol dan diabetes.

“Resti sekitar kurang lebih 52 persen. Disebut resti, karena mereka harus ada pendampingan obat dan rata rata usia 40 tahun ke atas,” ujarnya kepada Super Radio.

Meski tergolong sakit, para jamaah haji ini tetap menyatakan kesiapannya untuk diberangkatkan hari ini. ” Alhamdulilah semuanya bisa berangkat,” kata Cici.

Akibat kondisi fisik yang tidak begitu baik, ada 14 kursi roda yang dibawa jamaah haji sebagai upaya antisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.

Cici menjelaskan, jamaah Haji Kota Kediri yang diberangkatkan pada hari ini terdiri dari 192 perempuan dan 109 pria. Kategori usia termuda 20 tahun, tertua 87 tahun. Mereka tergabung dalam kloter 53 diberangkatkan dari Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota kediri Jawa Timur.

Rombongan dilepas secara langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta para kyai sepuh ke asrama haji Sukolilo Surabaya. Mereka akan berangkat ke tanah suci pada Sabtu (4/8/2018) dan kembali ke tanah air pada 15 September 2018. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.