BI Kediri Bantu Pembangunan Embung Tadah Hujan di Desa Kebon Rejo

Petrus - 27 February 2018
Embung Kebon Rejo, Kediri, diharapkan dapat membantu persoalan krisis air untuk petani (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Bank Indonesia (BI) Kediri membangun sebuah waduk mini atau biaasa disebut embung di Desa Kebon Rejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Hal ini sebagai upaya untuk mengatasi krisis ketersediaan air yang selama ini dirasakan warga. Waduk mini berukuran 6.000 m2 dengan kedalaman 3,5 meter, dibangun diatas area sentra tanaman cabai.

Menurut Kepala Bank Indonesia Kediri, Joko Raharto, dibangunnya embung ini sesuai dengan kebutuhan para petani yang memerlukan pasokan air, khususnya saat musim kemarau atau pada saat tanam.

Dengan adanya waduk mini ini, diharapkan dapat berfungsi dengan baik menampung air hujan. Waduk ini memiliki daya tampung dan pendistribusan air yang mampu menjangkau lahan hingga 50 hektar.

“Informasi dari konsultan, ini bisa memenuhi atau menjangkau hingga 50 hektar. Masing-masing petani memiliki embung kecil yang nanti dialirkan ke lahanya untuk irigasi tetes,” ujar Joko Raharto, Senin (26/3/2018).

Setelah proses pembangunan waduk mini selesai, kawasan ini juga dapat dijadikan tempat wisata seperti yang diharapkan warga.

“Kami tadi juga membangun gapura di depan, termasuk tempat ini. Harapanya kalau mobil masuk kita larang, dan harus naik ojek. Ojek nanti dikelolah masyarakat desa. Masuk ke embung mungkin juga ditarik antara dua sampai tiga ribu rupiah untuk biaya operasional,” kata Joko.

Terkait mekanisme pengelolaan dan pendistribusian air, akan diatur oleh perangkat desa sesuai SOP yang dibuat. Pengambilan air bagi para petani hanya dikenakan  biaya Rp. 25 ribu, yang dinilai lebih murah jika dibanding sebelumnya dengan mengambil air dari PDAM.

“Hanya saja bedanya selama ini membayar 75 sampai 100 ribu untuk 1 meter kubik, sekarang cukup 25 ribu. Itu untuk pemeliharaan fasilitas lingkungan yang ada disini,” lanjutnya.

Pembangunan waduk mini ini telah dilakukan sejak 31 Januari 2013, dan selesai pada 30 Januari 2014. Namun pada Febuari 2014, terjadi letusan besar Gunung Kelud yang mengakibatkan kerusakan embung, sehingga belum embung belum dimanfaatkan secara optimal. Pada 15 September 2017, perbaikan embung dilakukan dan dapat selesai pada 31 Januari 2018.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.