Pasca Terima Ancaman Teror, Ponpes Al Falah Ploso Kediri Tingkatkan Pengamanan

Petrus - 23 February 2018
Ilustrasi. Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan salah satu lembaga kursus bahasa di Pare, Kediri, yang menjadi tempat tinggal terduga teroris (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kota Kediri, mendapat ancaman dari orang tak dikenal, setelah salah seorang santri bernama Riyanto didatangi dan diancam seorang pria dengan sebilah pisau, yang meminta ditunjukkan tempat tinggal salah satu kerabat pondok.

Pelaku mengancam akan menikam Riyanto bila tidak menuruti permintaannya dan berusaha melawan. Saksi Riyanto yang akhirnya dapat meloloskan diri dari cengkraman pelaku, berusaha minta pertolongan, hingga akhirnya pelaku kabur.

Saat semua panik, tiba-tiba muncul seorang pria yang baru saja keluar dari salah satu tempat tinggal kerabat pondok. Pria tak dikenal ini berjalan berpapasan dengan saksi., hingga akhirnya orang tak dikenal itu diamankan dan diserahkan ke Polsek Mojo. Dugaan sementara, orang tak dikenal itu tidak ada kaitannya dengan pelaku pengancaman sebelumnya.

“Memang ada teror terhadap salah seorang santri, tetapi bukan kepada Kiai. Kelanjutan kasusnya kita limpahkan ke Polres,” kata M Khanazul Fikri, Cucu Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo.

Kabag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi, membenarkan adanya pelimpahan kasus ancaman teror, meski ia tidak menjelaskan perkembangan secara jelas.

“Lengkapnya tanya ke pimpinan saja,” ujarnya.

Pasca peristiwa yang terjadi pada Selasa (20/2/2018), pengelola Pondok Pesantren Al Falah Ploso telah menambah jumlah petugas jaga disana. Bila sebelumnya ada empat orang petugas jaga, saat ini ditambah menjadi enam orang.

Selain itu, siapa pun pengunjung yang datang diwajibkan mengisi buku tamu, sembari menulis maksud dan tujuan kedatangannya.

“Sekarang ya normal seperti biasa, mungkin kita cuma meningkatkan pengamanan saja,” kata Khanazul Fikri.

Komisi III DPR RI pun mengunjungi Pondok Pesantren Al Falah Mojo, dan membahas persoalan ini, selain isu persiapan Pilkada serentak.

“Itu kan indikasi biasa, tadi sudah ada paparan tidak ada isu teror disini, dan semua masalah sudah diselesaikan. Percayakan penuh semuanya kepada penegakan hukum, kepada upaya-upaya investigasi yang dilakukan Polresta Kediri.” ujar Artheria Dahlan, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.